Cuaca Masih Ekstrim, Wawali Mor: Tim Satgas Bencana Pemkot Terus Pantau Lapangan

Wawali Mor bersama Tim Satgas Bencana Pemkot saat memantau warga korban bencana di pengungsian sementaraWawali Mor bersama Tim Satgas Bencana Pemkot saat memantau warga korban bencana di pengungsian sementara

Manado- Curah hujan yang tak kunjung berhenti sejak Rabu (25/01/2017) hingga Jumat (27/01/2017) telah mengakibatkan terjadi banjir dan tanah longsor di sejumlah titik di Kota Manado. Pun BMKG Station Meteorologi Samratulangi Manado, melalui Verifikator Sutikno dan Forecaster on Duty Ranny Eka Wati, mengeluarkan peringatan dini cuaca ektrim.

Dalam update peringatan cini Cuaca Sulawesi Utara tanggal 27 Januari 2017, pkl.13.30 WITA, masih tejadi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada pukul. 14.00 WITA di Wilayah Manado, Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Talaud dan Sangihe. Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul. 16.00 WITA. Peringatan dini cuaca ektrim ini juga disampaikan BMKG Station Meteorologi Samratulangi Manado, melalui Verifikator Sutikno dan Forecaster on Duty Ranny Eka Wati yang dipublish melalui jejaring sosial pada Jumat (27/01/2017).
/Wawali Mor menghibur seorang ibu dan anak di pengungsian sementara.
Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan SE, sejak Rabu lalu terus melakukan pemantauan dan memberikan bantuan pada sejumlah warga yang terdampak bencana, didampingi Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Micler CS Lakat SH Mh, Asisten III bidang Administrasi Umum Frans Mawiitjere SH, Plt Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Drs Sammy Kaawoan, Kepala Dinas Perhubungan M Sofyan, Camat Paal Dua Marthen Kapajos, serta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado.

Sementara Kepala Dinas Kominfo Manado Erwin Kontu dalam update data Cerdas Command Center, yang diolah dari Posko Gagak Dinas Kominfo, berikut laporan para Lurah, dan data Dinas Sosial pada Jumat (27/01/2017) pada pukul 15;50 wita menyebutkan, sudah 3.306 jiwa yang ikut terdampak akibat bencana, yang tersebar di 7 kecamatan.

“Kelurahan paling terdampak banjir adalah Ternate Tanjung, sebanyak 297 rumah atau 403 Kepala Keluarga (KK) dengan 1.376 jiwa,”terangnya.
Camat Paal2 Marthen Kapojos saat memantau pos pintu air di Dendengan Luar
Secara terpisah, Camat Paal Dua Marthen Kapojos saat memantau di pos pemantau banjir, Jumat (27/01/2017) menyebutkan, ketinggian debit air pada posisi pukul 20;15 wita berada pada level 2,20 meter.(tim/sulutonline).

-