Puan dan Olly Tinjau Korban Banjir dan Longsor Bitung

Menko PMK Puan Maharani dan Gubernur Olly Dondokambey SE bersama Walikata dan Wawali Bitung didampingi Kadis Sosial dan Kepala BPBD Sulut di lokasi banjirMenko PMK Puan Maharani dan Gubernur Olly Dondokambey SE bersama Walikata dan Wawali Bitung didampingi Kadis Sosial dan Kepala BPBD Sulut di lokasi banjir

Bitung-Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Puan Maharani, akhirnya menunda keberangkatannya ke Jakarta, Senin (13/02/2017). Menyusul, bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE meninjau korban banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kota Bitung pada Minggu (12/02/2017).

Kedatangan Puan didampingi Gubernur Olly Dondokambey berserta jajaran Pemerintah Propinsi Sulut, langsung menuju lokasi bencana di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga. Rombongan diterima Walikota Bitung Max J Lomban dan Wakil Walikota Maurits Mantiri.
Menko PMK Puan saat menyapa korban banjir
Di lokasi bencana Puan menyempatkan diri berdialog dengan masyatarakat korban bencana. Dalam kesempatan itu, Puan meminta Gubernur untuk mengambil langkah awal guna penanggulangan bencana.

Menurut data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, bencana banjir bandang telah menghantam empat kecamatan yaitu tujuh kelurahan di Kecamatan Aertembaga; Dua kelurahan di Kecamatan Maesa; Dua kelurahan di Kecamatan Lembeh Utara; dan Empat kelurahan di Lembeh Selatan.

Banjir bandang menghancurkan 1132 rumah dan longsor sebanyak 30 rumah, sementara 4622 jiwa kini mengungsi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini hanya dua korban luka berat dan kini tengah ditangani di rumah sakit terdekat.
Menko PMK Puan Maharani saat memberikan keterangan pada wartawan
Saat peninjauan langsung di lokasi banjir bandang dan tanah longsor itu, tepatnya berlokasi di SD Katolik Santo Andreas, Kelurahan Tandurusa KecamatanAertembaga Kota Bitung, Menko PMK Puan bersama Gubernur Olly menyerahkan bantuan antara lain kasur (500), selimut (1000 L), alkon (10 unit), genset (10 unit), tong air (10), karung (1000 L), tikar (100), cangkul (15), sekop pasir (15), beras dan ikan kaleng (1 ton), dan dana segar untuk BPBD (Rp200 juta).

Walikota Bitung dalam laporannya menyampaikan bahwa korban hilang sebenarnya bukan karena korban banjir bandang tetapi karena melaut dan belum juga pulang hingga kini. Tim SAR juga tengah melakukan pencarian.”Korban banjir bandang hanya dua yang luka berat dan sedang kami tangani,” kata Max lagi.

Menko PMK juga mengawali tinjauannya dengan berinteraksi kepada korban yang sedang mengungsi. “Saya hadir di sini mewakili pemerintah untuk memberikan bantuan. Mungkin jumlahnya belum seperti yang diharapkan tetapi inilah bentuk simpati kami kepada masyarakat yang sedang terkena musibah. Jangan kembali ke rumah dulu karena situasi masih belum aman. Bantuan alat berat akan segera dikerahkan, kebutuhan makan juga akan dipastikan tercukupi,”ujar Puan.

“Sekolah memang diliburkan tetapi proses belajar mengajar harus terus berlangsung, berhenti sementara saja. Yang penting keamanan diri dan keluarga dulu demi untuk menghindari kalau sewaktu-waktu ada banjir susulan,”kata Menko PMK Puan Maharani pada wartawan.Turut mendampingi Ketua Dewan Sulut Andre Angouw, Kepala BPBD Sulut Ir Noldy Liow dan Kadis Sosial Sulut dr Grace Punuh. (tim/sulutonline).