Gandeng Facebook / Instagram, ODSK Mantapkan Go Digital Promotion

Manado-Langkah cerdas dan hebat terus dilakukan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) dalam membumikan Nyiur Melambai di kancah internasional. Kali ini, industri pariwisata Sulut menempuh langkah strategi pemasaran wisata secara digital.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Pengembangan Pariwisata Sulawesi Utara mengenai sosialisasi Facebook yang diadakan Dinas Pariwisata di Hotel Mercure, Kamis (09/03/2017) siang.

Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw mengatakan, pihaknya memaksimalkan peran medsos seperti facebook untuk memperbarui informasi-informasi pariwisata."Sulut harus mengenalkan keunggulan yang berbeda dari daerah lain. Hal ini yang akan disebarluaskan melalui media sosial," katanya.

Wagub Kandouw menilai, selain memiliki nilai jual di bidang kuliner, budaya dan peninggalan sejarah. Sulut memiliki keunggulan dalam pemandangan alam seperti di objek wisata Danau Tondano, Danau Lokon dan Danau Moat serta Danau Linouw. Promosi keunggulan wisata Sulut itu, akan diikuti dengan pembenahan infrastruktur pendukung serta sumber daya manusia yang terlibat interaksi langsung dengan para wisatawan seperti pengelola objek wisata.

"Pemerintah berkomitmen pembenahan terus dilakukan untuk pengembangan pariwisata dan kenyamanan pengunjung. Pariwisata itu yang penting bagaimana membuat tamu yang berkunjung betah dan datang berulang kali," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Daniel Mewengkang mengatakan pengembangan pariwisata melalui promosi untuk menarik minat wisatawan akan terus dilakukan karena menjadi bagian penting sekarang ini. "Apalagi tujuan wisata di daerah sangat banyak, jadi butuh sosialisasi maksimal," katanya.

Diketahui, Sulut meraih catatan impresif atau mengesankan di sektor pariwisata pada penghujung 2016 lalu. Tercatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Sulut melalui Bandara Sam Ratulangi pada November hingga Desember 2016 tercatat 4.270 orang. Jumlah ini meningkat 229,22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.428 orang.Menyusul dibukanya penerbangan langsung dari sejumlah kota di Tiongkok ke Manado sejak awal Juli 2016. Rute penerbangan potensial ini kemudian mendorong peningkatan jumlah wisman ke Indonesia melalui Manado.

Data menyebutkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui Manado hingga November 2016 mencapai 36.804 orang dan pada Desember 2016 lebih dari 40.000 orang. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Sulut Johny Lieke dan pelaku pariwisata lainnya. (tim/sulutonline)