Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Pedoman Kehidupan

Kepala Biro Pemerintahan DR Jemmy Kumendong saat kegiatan Pelatihan Intelijen Aparat Pemerintah DaerahKepala Biro Pemerintahan DR Jemmy Kumendong saat kegiatan Pelatihan Intelijen Aparat Pemerintah Daerah

Manado- Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan Dr Jemmy Kumendong saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Intelijen Aparat Pemerintah Daerah di Hotel Sutan Raja, Kamis (16/03/2017) malam, mengatakan, Kketahanan nasional yang baik telah mewujudkan kondisi kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang aman, tertib, tenteram dan tenang.

"Karena itu, konsepsi ketahanan nasional itu harus dioperasionalisasikan serta disebarluaskan ke seluruh lapisan masyarakat sehingga diyakini kebenarannya dan dapat diimpelentasikan," katanya.
Para peserta dalam kegiatan Pelatihan Intelijen Aparat Pemerintah Daerah.
Dalam pelatihan yang diadakan Badan Keasatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut ini, Sekdaprov Sulut mengatakan pemerintah daerah berperan untuk mengarahkan masyarakat Sulut untuk menjadikan Empat pilar kebangsaan sebagai pedoman dalam kehidupan.

"Masyarakat agar senantiasa menjadikan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tungga Ika sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," paparnya.

Sekdaprov juga mengatakan, pentingnya pola pikir masyarakat untuk saling menghormati meski memiliki berbagai perbedaan sehingga terhindar dari perpecahan. "Pemerintah daerah berperan untuk memelihara kesadaran masyarakat termasuk kesadaran hukum. Meski memiliki berbagai perbedaan, masyarakat harus saling mengormati dan menghargai antar umat beragama," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kesbangpol Evans Steven Liow, S.Sos mengatakan, peserta pelatihan intelijen aparat pemerintah daerah setelah mengikuti pelatihan nantinya dapat berperan dalam pembangunan daerah. "Kita semua dipilih untuk menjadi aparatur yang berkontribusi dalam percepatan pembangunan di sulawesi utara," katanya.

Liow berharap, perserta pelatihan dapat menyaring setiap informasi yang diterima dari masyarakat. "Menjadi intelijen daerah yang dapat mengelola informasi yang dapat dipercaya," bebernya. Pelatihan turut dihadiri perwakilan dari Badan Intelijen Negara (BIN), Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Forum penanggulangan terorisme. (tim/sulutonline)