Wujud Penghormatan Terhadap Leluhur dan Cinta Kampung Halaman, GSVL Bangun Taman Pemakaman Keluarga di Kaima Remboken

GSVL saat memberikan sambutan dalam prosesi pemindahan dan pemakaman kembali para leluhur keluargaGSVL saat memberikan sambutan dalam prosesi pemindahan dan pemakaman kembali para leluhur keluarga

Manado-Meski telah menjadi orang nomor satu di Kota Manado, namun sosok Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL) tidak pernah melupakan leluhurnya maupun Kampung Halaman Tercinta di Remboken Kabupaten Minahasa. Sebagai bukti, berdasarkan kesepakatan keluarga besar Lumentut Panekenan, Walikota GSVL membangun sebuah taman pemakaman keluarga yang terletak di Desa Kaima, Kecamatan Remboken.

Prosesi pemindahan dan pemakaman jenazah leluhur khususnya sang almarhum Ayah dan Mama Tercinta dan sesepuh keluarga dilaksanakan dalam bentuk ibadah yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) GMIM Remboken Pdt Ronny Legi STh, Jumat (31/03/2017) sore.
GSVL saat ibadah prosesi pemindahan dan pemakaman kembali jasad leluhur di pemakaman keluarga di Kaima Remboken
Diawali dengan sambutan Camat Remboken Jorry Tumilantouw yang mengusulkan agar taman pemakaman keluarga Lumentut Panekenan tersebut bisa ditata dengan sebaik mungkin sehingga kesan angker tempat pemakaman hilang dan menjadi tempat yang asri dan religius.

"Sebagai pemerintah di Kecamatan Remboken, saya salut dengan keluarga besar Lumentut yang membangun taman pekuburan keluarga ini. Saya coba usulkan agar taman ini ditata, sehingga selama ini pekuburan dianggap tempat yang angker bisa berubah menjadi tempat yang indah dan religius sehingga warga bisa datang berfoto atau 'selfie' maupun 'dolfie' ditempat pemakaman keluarga disini," tukas Camat Jorry sedikit malu-malu.

Walikota GSVL dalam kesempatan itu mengatakan rencana pembangunan taman pemakaman keluarga Lumentut Panekenan sudah ada sejak tahun 2016 lalu, namun baru terealisasi tahun 2017 ini. "Ini dimulai ketika tante kami ibu Durin Kaligis Lumentut meninggal dan dikuburkan disini. Rencana menyatukan para leluhur dan orang tua kami disatu tempat sebenarnya sudah ada sejak satu tahun lalu. Namun, baru hari ini bisa terlaksana," tandas Walikota GSVL.
Prosesi pemindahan dan pemakaman jenazah leluhur keluarga Lumentut Panekenan
Putra Remboken yang sukses menjadi pemimpin Kota Manado itu berjanji akan membangun tempat pemakaman keluarga itu sebagai salah satu obyek wisata yang ada di Kecamatan Remboken. "Saya dan keluarga besar Lumentut Panekenan tentunya akan menata lokasi pemakaman ini menjadi tempat yang kelihatan indah dan nyaman. Pemikiran untuk membangun taman pemakaman ini, awalnya ketika kami berziarah ke makam orang tua kami tak jauh dari tempat ini, kami melihat jalan masuknya sudah agak sulit, sehingga muncul ide dan kesepakatan tersebut," tandas Walikota GSVL.

Dijelaskan suami tercinta Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA, ada tujuh jenazah yang dimakamkan di lokasi taman pemakaman keluarga tersebut. Enam diantaranya pindahan dan dimakamkan kembali dilokasi itu yakni almarhum Jusop Lumentut, almarhumah HC Lumentut Panakenan, almarhum NZF Lumentut, almarhumah Corry Annie Karisoh, almarhum Gustaf A Lumentut dan almarhum Alfrits Lumentut.

Sedangkan satu lainnya yakni almarhumah Annie Durin Lumentut telah lebih dulu dimakamkan ditempat itu. Tampak hadir dalam ibadah tersebut mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Utara Ricardo Sitinjak SH MH serta para kepala Perangkat Daerah di jajaran Pemerintah Kota Manado, pimpinan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Remboken, tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Kaima dan Desa Sinuian Gagaran.(tim/sulutonline)