Tangkal Teroris dan Radikalisme, Kesbangpol Sulut Gandeng TP PKK dan FKUB Pererat Kerukunan Beragama

Ketua TP PKK Provinsi Sulut, Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan Workshop Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dalam rangka meningkatkan kualitas hidup toleransi dan kerukunanKetua TP PKK Provinsi Sulut, Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan Workshop Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dalam rangka meningkatkan kualitas hidup toleransi dan kerukunan

Manado-Kondisi Negara kita yang terus dilanda issu teroris dan radikalisme membuat seluruh rakyat menjadi resah. Karenanya, Kesbangpol Sulut, sebagai SKPD strategis dalam meminimalisir melebarnya issu tersebut, menggandeng TP PKK dan FKUB untuk menangkal berbagai issu yang menjurus pada disintegrasi bangsa pada Workshop Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dalam rangka meningkatkan kualitas hidup toleransi dan kerukunan, yang digelar di Hotel Peninsula (05/04/2017) siang.

Ketua TP PKK Provinsi Sulut, Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan dalam sambutan sekaligus pembukaan acara ini mengatakan, Kerukunan hidup antar umat beragama di Sulut, tidak dapat dilepas atau merupakan karya dan kontribusi dari para pemuka agama termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai organisasi lintas agama terbesar di daerah ini.

“Eksistensi FKUB senantiasi bersinergi dengan pemerintah dan anak bangsa serta diperkuat dengan semangat dan filosofi 'Torang Samua Ciptaan Tuhan dan Batamang Dengan Samua Orang'. Sebagai fondasi dan falsafah kerukunan umat beragama di Sulut yang syarat dengan kearifan lokalnya,”katanya.

Ditekankan, dengan melihat situasi dan kondisi daerah dan masyarakat Sulawesi Utara yang saat ini dalam tahap perjuangan menuju era kebangkitan baru, maka setiap komponen masyarakat dituntut untuk memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dalam membawa daerah ini berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam pemerintahan dan politik serta berkepribadian dalam berbudaya.

Diingatkannya juga, segenap komponen FKUB pun juga terbeban untuk semakin berbenah diri dengan terus menghadirkan pembaharuan visi dan pandangan sesuai realitas tuntutan jaman."Hal ini agar harmonitas di Sulawesi Utara tetap kokoh dan terjaga, apalagi dalam mensukseskan kegiatan Paskah Nasional dan Pekan Kerukunan 2017 pada tanggal 21-28 April ini, juga turut mendukung program Gubernur Sulut dan Wakil Gubernur (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan-ODSK)," ajakistri tercinta gubernur Olly Dondokambey SE ini.

Oleh karena itu, dirinya juga berharap akan peran aktif anggota FKUB se-provinsi Sulut kedepan harus semakin meluas dan menyentuh disisi kebutuhan sosial di masyarakat, bukan hanya berperan mengatasi lintas agama saja, namun kehadirannya harus menjadi problem solution (solusi) dalam mengentaskan segala permasaalahan di masyarakat.

"Sebagaimana posisi FKUB sebagai mitra pemerintah yang selalu mengambil langkah terdepan dalam perannya menjaga kerukunan dan toleransi ditengah masyarakat. Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh jajaran FKUB di Sulawesi Utara atas karya dan pengabdian bagi terciptanya harmoni kerukunan daerah ini,"ujarnya, sembari megatakan sebagai bagian integral kita pun sepakat untuk terus memperjuangkan kedamaian diatas segala kepentingan dan sepakat bahwa suku, agama dan ras merupakan hal penting yang layak diekspos bukan untuk diperdebatkan atau dipertentangkan karena kita yakin perbedaan akan menjadi keindahan dan sumber kekuatan yang membawa keuntungan jika mampu diolah dan dihadirkan secara berdampingan.

Sementara itu melalui Kepala Kesbangpol Provinsi Sulut, Evans Steven Liow mengatakan, kegiatan ini merupakan program strategis mendukung pembangunan yang merupakan program Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut (ODSK) yang salah satunya grand strategi di sektor pariwisata.

"Nantinya, kita akan membuat laboratorium kerukunan dan kedepan untuk TP PKK Sulut nantinya kedepan akan melakukan pelatihan intelejen," terang Liow.

Sekertaris FKUB Provinsi Sulut, Hi Amin Lasena, dalam pemaparannya mengutip pernyataan mantan Presiden Gus Dur.” Tidak penting apapun agamamu atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu,”ingatnya.(tim/sulutonline).