Hadiri Ibadah Pemakaman Walpri Melky, Walikota GSVL Minta Jangan Resahkan Masyarakat Dengan Berita Menyesatkan

Walikota GSVL tertunduk penuh duka dihadapan jenasahWalikota GSVL tertunduk penuh duka dihadapan jenasah

Manado-Dukacita yang mendalam dirasakan Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA serta keluarga besar rumah dinas Walikota Manado. Pasalnya, salah seorang pengawal pribadi (Walpri) Walikota bernama Melky Raturandang Lolaen (38) honorer Sat Pol PP Kota Manado ditemukan meninggal dunia bersama isterinya Helmi Marheis Mokodongan (34), di Perumahan Griya Puri Indah (GPI), Kecamatan Mapanget.
 Walikota GSVL memberikan penghormatan terakhir pada alramhum
Dalam sambutannya saat menghadiri ibadah pemakaman suami isteri tersebut di rumah Keluarga Lolaen Mokodongan, Senin (10/04/2017) pagi, Walikota GSVL mengaku sangat kehilangan sosok Melky yang dikenal sebagai pekerja keras dan mencintai isterinya.

"Saya sangat terkejut mendengar kabar meninggalnya salah seorang yang sehari-harinya bersama kami di rumah. Tetapi saya meyakini jika kematian merupakan kehendak Tuhan, karena kita semua akan dipanggil pulang, tinggal saat dan waktu serta cara meninggal kita yang berbeda-beda," tandas orang nomor satu di Manado itu.
Sekot Drs Rum Usulu saat meletakan krans bunga mewakili jajaran Pemkot Manado
Terkait motif kematian pasangan suami istri tersebut yang saat ini menjadi viral di media sosial (medsos), Walikota GSVL meminta agar tidak ada yang berspekulasi dan menduga-duga supaya tidak menimbulkan kecemasan ditengah masyarakat. "Kita serahkan kepada penyelidikan aparat kepolisian terkait penyebab kematian pasangan suami isteri ini, karena hasil otopsi belum diketahui pasti dan menunggu hasil yang dikeluarkan pihak terkait. Jangan ada yang menduga-duga ataupun menyebarkan berita yang tidak benar yang dapat menimbulkan keresahan dan kecemasan ditengah masyarakat Kota Manado," tandas Walikota GSVL.

Olehnya, tambah suami tercinta Rektor Universtas Negeri Manado (Unima) itu, masyarakat diharapkan tidak termakan dengan kabar yang menyesatkan mengenai peristiwa yang sempat menghebohkan Kota Manado tersebut. "Atas nama pribadi dan keluarga saya, Keluarga Lumentut Runtuwene serta jajaran pemerintah Kota Manado, saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya kedua pasangan suami isteri ini. Kiranya Tuhan akan memberikan kekuatan dan penghiburan kepada keluarga," pungkas Walikota GSVL.
 Prosesi pemakaman yang dihadiri langsung Walikota GSVL
Semasa hidup almarhum Melky dan almarhumah Helmy dikenal dekat dengan masyarakat dan gereja ditempat mereka tinggal. Dimana, sang isteri merupakan Syamas atau Pelayan Khusus Kolom 9 Jemaaat GMIM Pinaesaan GPI Mapanget. Ibadah dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMJ) GMIM Pinaesaan GPI, Pdt Recky Puirih STh dan dihadiri ratusan pelayat. Tampak hadir bersama Walikota GSVL, Ketua DPRD Kota Manado Nortje H Van Bone, Ketua BKSAUA Manado Pdt Roy Lengkong STh, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Manado Pdt Renata Ticonuwu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Drs Albert Wuysang, para pimpinan Perangkat Daerah, Camat dan Lurah di Mapanget.

Usai dilakukan upacara pelepasan lewat kesatuan Polisi Pamong Praja Kota Manado, jenasah Pasutri ini disemayamkan di Kantor Walikota Manado dan diterima Sekda Drs Rum Usulu yang selanjutnya diantar ke Kantor Pol Pol PP diterima Kasat Xaverius Audy Runtuwene. Kemudian dikebumikan di Pemakaman Umum Mapanget, dengan turut dihadiri langsung Walikota GSVL dan sejumlah pejabat teras yang ada.(tim/sulutonline)