Buka Acara Paskah Nasional 2017, Gubernur OD: Torang Samua Ciptaan Tuhan

Pemukulan Tetengkoren oleh Gubernur Olly Dondokambey SE sebagai tanda dimulainya acara Paskah  Nasional 2017  serta peringatan 500 Tahun Reformasi GerejaPemukulan Tetengkoren oleh Gubernur Olly Dondokambey SE sebagai tanda dimulainya acara Paskah Nasional 2017 serta peringatan 500 Tahun Reformasi Gereja

Manado- Gubernur Olly Dondokambey SE (OD) saat membuka acara Paskah Nasional 2017 di Grand Kawanua International City (GKIC), yang juga dihadiri delegasi 26 negara sahabat, serta Bupati, Walikota se Sulut, Jumat (21/04/2017) malam, mengucapkan, Selamat Paskah bagi kita sekalian yang merayakannya. Semoga makna paskah dapat membangkitkan semangat kita kembali untuk hidup dalam cinta kasih dan perdamaian dengan semua orang, guna memampukan kita memberikan karya terbaik di berbagai aspek kehidupan dalam membangun daerah dan bangsa tercinta.

"Selamat datang kepada peserta dari dalam maupun luar negeri yang sudah menempuh perjalanan yang panjang, sehingga dapat kita dipertemukan di Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulut ini,"kata Gubernur OD.
ODSK didampingi istri masing - masing saat prosesi ibadah Paskah Nasional 2017 dan 500 Tahun Reformasi Gereja
Dalam kesempatan itu, Gubernur secara ringkas memaparkan kondisi Sulawesi Utara, yang merupakan salah satu provinsi kepulauan di Indonesia yang terdiri 287 pulau, 59 yang berpenghuni dan 228 belum berpenghuni, dan secara geografis berada di kawasan perbatasan negara di mana 2 pulau yakni Miangas dan Marore berhadapan langsung dengan negara Philipina.

Dikatakan Gubernur OD, masyarakat Sulut saat ini berjumlah kurang lebih 2,6 juta jiwa yang tersebar di 15 daerah otonom dan memiliki latar belakang puluhan etnis dan sub etnis serta beragam agama dan budaya. Berdasarkan data BPS tahun 2016 penduduk yang beragama Islam berjumlah 797, 2 ribu jiwa, Kristen Protestan 1,7 juta jiwa, Katolik 167 ribu jiwa, Hindu 26, 2 ribu jiwa, Budha 24,7 ribu jiwa dan khonghucu 718 jiwa, dengan jumlah Mesjid 1.107 unit, Gereja sebanyak 4.760 unit, Pura 31 unit, Vihara 31 unit, dan Litang 3 unit.
Selain dihadiri delegasi 26 negara sahabat juga dihadiri walikota dan bupati se Sulut
“Dengan karekteristik dan letak geografis serta keberagaman demikian masyarakat Sulut mampu hidup harmonis karena terikat tali persaudaraan yang rukun dan potensi kekayaan alam di dikaruniakan Tuhan. Hal ini mampu tercipta karena masyarakat di daerah ini hidup diatas falsafah Si Tou Timou Tumou Tou artinya Manusia Hidup Memanusiakan Manusia lain,”kata Gubernur.

Terkait dengan itulah, dipilih dan ditetapkannya daerah yang kami cintai ini sebagai tuan rumah Paskah Nasional dan Pekan Kerukunan 2017 dengan berbagai kegiatannya, semakin menegaskan eksistensi daerah ini sebagai barometer kerukunan umat beragama, serta sebagai daerah yang senantiasa siap menopang program pembangunan bangsa, dengan event nasional ini akan membuat Sulawesi Utara makin dikenal dan juga akan memberikan dampak positif bagi pembangunan utamanya sektor pariwisata.
Foto bersama dalam pelaksanaan Paskah Nasional 2017 dan 500 Tahun Reformasi Gereja
“Untuk itu mari kita sukseskan momentum ini dengan bersama -sama berperan aktif sesuai dengan tanggung jawab yang diemban sebagaimana tema yang diusung , serta semangat dan semboyan masyarakat Sulawesi Utara " Torang Samua Ciptaan Tuhan", tutup Gubernur yang disambut applaus ribuan peserta.

Selanjutnya Ketua Umum Panitia Paskah Nasional 2017, Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw mengatakan perayaan paskah semoga dapat mempersatukan kita dari semua perbedaan.

Ketua Umum Lembaga Paskah Nasional Pdt Dr Shephard Supit S,Th mengatakan, sudah 13 kali saya mengikuti paskah Nasional baru sekarang ini diadakan perjamuan bersama. Ini merupakan langkah maju untuk menuju persatuan.

Ketua Umum Gereja Persekutuan Gereja Indonesia Pdt Dr Henriette TH Lebang - Hutabarat STh yang menjadi khadim dalam khotbahnya mengatakan, kita harus saling mengampuni sebagaimana Kristus lakukan kepada semua orang. Dengan Roh Allah, kasih dan keadilan akan bertemu.

Turut hadir Dewan Gereja Sedunia WCC Staff Member Pdt Dr Ester Pujo Widiasih, Ketua TP-PKK Sulut Rita Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK Sulut Devi Kandouw - Tanos, Forkopimda Sulut, Sekretaris Daerah Edwin Silangen, Para Delegasi dari Luar Negeri, Pejabat di lingkup Pemprov Sulut Para Bupati/Walikota, Pelayan Tuhan, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.(tim/sulutonline)