Atase Militer 22 Negara Diminta Jadi Duta Wisata Sulut

Wagub Kandouw tukaran cinderamata usai menjamu para Atase Militer 22 negara di Graha Gubernuran Kamis malam.Wagub Kandouw tukaran cinderamata usai menjamu para Atase Militer 22 negara di Graha Gubernuran Kamis malam.

Manado-Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven OE Kandouw, Kamis (0/05/2017) malam menerima kunjungan kehormatan 22 Negara anggota Korps Atase Militer para Negara Sahabat pemerintah RI sekaligus mengelar jamuan santap bersama, di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado.

Wagub Kandouw diawal sambutan, mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulut sangat bersyukur atas kunjungan dan lawatan atase meliter negara sahabat bersama Perwira Markas Besar TNI dan mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang tinggi atas kunjungan di bumi Nyiur Melambai Sulut yang akan berlangsung selama sepekan ini.
Wagub Kandouw bersama para Atase Militer 22 negara saat dijamu di Graha Gubernuran Kamis malam.
Momentum ini dimanfaat Pemprov Sulut untuk mempromosikan sektor pariwisata pada rombongan yang berjumlah 30 orang itu. "Saya meminta para tamu istimewa ini dapat menjadi duta wisata Sulut saat mereka kembali ke negaranya," kata Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw usai menjamu makan malam para Atase militer di Graha Gubernuran Bumi Beringin.

"Kehadiran mereka ini sekaligus dapat menunjukkan pada negara luar bahwa Indonesia aman dan indah, dan tak hanya di Bali tapi juga daerah kita tak kalah bagusnya tempat wisatanya," tandas Wagub.

"Intinya diharapkan dari kedatangan para Atase militer ini saat kembali ke negaranya keindahan dan kenyamanan saat berkunjung ke Sulut dapat diceritakan di negaranya, sebaliknya jika ada yang kurang berkenan mohon ditinggal dan kita bertekad untuk memperbaikinya," tutup Wagub yang membawakan sambutan dengan bahasa Inggris tanpa menggunakan teks itu secara fasih dan lugas.
 Wagub Kandouw saat menyampaikan sambutan dihadapan para Atase Militer 22 negara saat dijamu di Graha Gubernuran Kamis malam
Selanjutnya Wagub Kandouw memperkenalkan kondisi letak geografis wilayah Sulut kepada atase militer (Militery Attache), dimana Sulut merupakan salah satu Provinsi Kepulauan yang terletak di kawasan strategis Asia Timur (Cina, Jepang, Korea Selatan Taiwan Asean) dan berbatasan dengan negara Pilipina serta Sulut memiliki luas wilayah 15.272,44 km2 dengan memiliki 286 pulau dan dihuni puluhan etnis dan sub etnis dengan beragam agama dan budaya.

Lebih jauh dalam arahan Wagub Sulut, mempromosikan potensi sumber daya alam Sulut antar lain; mencakup sektor pertanian, perkebunan, perikanan kelautan, parawisata bahari dan budaya serta perdagangan dan jasa.

Wagub Kandouw juga mengatakan kehidupan masyarakat Bumi Nyiur Melambai Sulut, hidup rukun dan damai meskipun dalam kemajemukan ini tidak terlepas karya pengabdian yang tulus dari segenap stakeholders baik TNI ,Polri dan pemuka agama serta tokoh masyarakat untuk selalu mengedepankan toleransi dan rasa persaudaraan.

Pada kesempatan itu juga, Dean of Milat Corps group Captain Prapad Sornchaidee dari Negara Thailand merasa terkesan dan bersyukur boleh berada di daerah ini dengan masyarakat yang ramah dan keberagamannya serta kaya akan sumber daya alamnya.

Selanjutnya pula turut memberi sambutan dari Mabes TNI Kolonel Sus Ishak Setyadi SJAM, mengatakan program ini di laksanakan tiap tahun dengan tujuan daerah dan Provinsi yang berbeda untuk memperkenalkan potensi wilayah NKRI dan budaya Indonesia kepada atase secara terpimpin.

Dalam acara ini di hadiri pula jajaran Forkopinda Sulut dan Kepala SKPD Provinsi Sulut, serta diakhiri dengan penyerahan Plakat dan cendera mata kepada segenap Rombongan Atase Militer sejumlah 22 Negara Sahabat serta suguhan Tari Pergaulan Katrili yang turut larut bersama sejumlah Rombongan Atase Militer ikut serta menari bersama mengikuti irama dan gerak tari secara hangat dan atraktif.(tim/sulutonline)