Duta WHO Eliminasi Penyakit Kusta Kunjungi Sulut, Sasakawa Salut Gubernur Olly Peduli Penderita Kusta

HO Eliminasi Penyakit Kusta Yohei SasakawaGubernur Olly Dondokambey SE saat menerima rombongan Duta WHO Eliminasi Penyakit Kusta Yohei Sasakawa

Manado-Duta WHO untuk Eliminasi penyakit Kusta, Yohei Sasakawa yang juga sebagai Ketua The Nippon Foundation, Senin (24/07/2017) mengunjungi Sulut. Selain, melakukan pertemuan dengan Gubernur Olly Dondokambey SE, juga bersilahturahmi bersama komunitas penderita Kusta yang tergabung dalam organisasi Tumou Tou di kantor Dinas Kesehatan Sulut.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Olly tersebut, Duta WHO yang juga merupakan donator tunggal bagi WHO, mengaku salut terhadap Gubernur Sulut pilihan rakyat, karena begitu peduli dengan para penerita penyakit kusta.”Saya salut dengan Gubernur Olly yang begitu peduli dengan para penderita penyakit kusta. Saya berharap agar para penderita penyakit kusta bisa diterima masyarakat secara utuh sebagai manusia tanpa ada diskriminasi,”ungkapnya dalam press conference di kantor Dinas Kesehatan Sulut.
Foto bersama Duta WHO Eliminasi Penyakit Kusta Yohei Saskawa bersama komunitas Tumou Tou
Sasakawa yang juga sebagai orang ke 3 terkaya di Jepang tersebut menyebutkan, kunjungannya ke Indonesia ini, setelah melakukan kunjungan serupa di India dan Brazil. Indonesia terangnya merupakan Negara dengan jumlah orang yang pernah mengalami kusta terbesar ke 3 di dunia. Indonesia terang Sasakawa sudah mencapai sasaran WHO untuk mengeliminasi penyakit kusta (kurang dari satu dari 10.000 orang) pada tahun 2010. Namun di tingkat provinsi, masih ada 12 provinsi yang belum mencapai sasaran eliminasi. Maluku Utara, Sulawesi Utara termasuk dari 12 provinsi tersebut.

Bertempat di aula Dinas Kesehatan Sulut, Sasakawa pun berdialog langsung dengan penderita penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium leprae yang ada di Sulawesi Utara. Menurut Sasakawa, pihaknya terus berusaha memberikan pelayanan obat gratis ke seluruh dunia bagi penderita kusta sekaligus memberikan pencerahan serta menghilangkan diskriminasi dan pelanggaran hak manusia.

“Jadi tujuan utama kunjungan ke Indonesia dan dilanjutkan ke daerah-daerah termasuk Sulut ini untuk memastikan, kondisi terkini para penderita penyakit kusta, serta meningkatkan kepedulian di masyarakat dalam aspek kesehatan dan masalah social yang dikaitkan terhadap penyakit kusta,”terangnya melalui penerjemah.

Diakhir pertemuan tersebut Sasakawa menyebutkan, penyakit kusta dapat disembuhkan dengan multidrug therapy (MDT), pengobatan yang sangat efektif dan telah digunakan sejak 1980-an. MDT adalah kombinasi 3 macam obat, yaitu dapsone, clofazimine dan rifamoicin – digunakan selama 6 sampai 12 bulan. Dosis pertama dari MDT membunuh 99% jasad renik yang menyebabkan penyakit kusta di dalam tubuh. (tim/sulutonline).