DLH Sulut Bakal Lakukan Tes Narkoba Bagi ASN, Londok: Mari Jaga Keluarga Kita Dari Ancaman Narkoba

Sekertaris Dinas LH Ir Grace DR Londok Dpl Agr Msi saat sosialisasi tentang pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dan Gerakan anti Narkoba bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Dharma Wanita PersatuanSekertaris Dinas LH Ir Grace DR Londok Dpl Agr Msi saat sosialisasi tentang pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dan Gerakan anti Narkoba bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Dharma Wanita Persatuan

Manado- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulut Ir Marly Gumalag melalaui Sekertaris Dinas Ir Grace DR Londok Dpl Agr Msi saat sosialisasi tentang pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dan Gerakan anti Narkoba bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Dharma Wanita Persatuan, Rabu (02/08/2017), mengatakan, pihaknya akan melakukan pengetesan Narkoba bagi ASN di jajaran DLH Sulut.

Dikatakan Londok, kesehatan memegang peran penting dalam hidup kita, terkait dengan diadakannya Sosialisasi tentang pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dan Gerakan anti Narkoba bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), diharapkan akan menjadi tanda awas bagi segenap ASN yang ada di DLH untuk dapat membentengi diri dan keluarga agar tidak terjerumus dalam bahaya Narkoba.

“Pendidikan penting bagi, kita namun kesehatan juga memegang peranan yang sangat penting dalam hidup kita. Karena itu, mari kita bersama-sama mencegah peredaran narkoba ini. Pertama tama mari kita mulai dari lingkungan keluarga kita dengan memberikan pemahaman akan bahaya narkoba ini dan satu hal yang tidak kalah penting kita harus lebih mendekatkan diri keluarga kita dengan Tuhan,” tutur Londok yang mengaku juga telah melakukan tes narkoba dengan hasil negative.

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi Sulut, Sam Repi yang merupakan nara sumber dalam kegiatan ini kepada wartawan memuji serta memberikan apresiasi kepada DLH Sulut yang sudah bersedia menggelar kegiatan ini.”Karena kegiatan ini diharapkan akan memberikan pemahaman dan pengetahuan akan bahaya narkoba itu sendiri dengan mulai melakukannya dari lingkungan keluarga masing-masing,”katanya.

Dalam kegiatan ini dilakukan penjelasan akan jenis narkoba masing-masing mempunyai efek samping yang bervariasi, jika terhadap fisik akan menimbulkan gangguan, kerusakan bahkan sampai ke kematian maka secara psikologi akan menimbulkan efek diantaranya yaitu; menimbulkan kelainan perilaku, menimbulkan paranoia, halusinasi dan ilusi, menimbulkan dorongan untuk melakukan aktivitas yang sangat berlebihan, gelisah dan tidak bisa diam, perilaku yang menjurus kekerasan, depresi, ketakutan, sulit mengendalikan diri dan masih banyak lagi yang lainnya yang disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut. Turut memberikan materi Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulawesi Utara, dr Tangel-Kairupan. (tim/sulutonline).