Pemkot Deklarasikan Manado Cerdas Anti Hoax Erwin Kontu: Berita Hoax Ganggu Kamtibmas

gannya dalam deklarasi Manado Cerdas anti HoaxAsisten I Pemkot Manado Mickler Lakat saat membubuhkan tandatangannya dalam deklarasi Manado Cerdas anti Hoax

Manado-Pemerintah Kota Manado dibawah pimpinan Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan (GSVL-Mor) mendeklarasikan Manado Cerdas Anti Hoax di Ballroom Hotel Gran Puri Manado, Selasa (08/08/17). Walikota GSVL dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Pemkot Manado Mickler Lakat mengatakan, pemerintah menyambut baik kegiatan Workshop dan Deklarasi Manado Cerdas Anti Hoax.

Dikatakan, melalui kegiatan ini masyarakat Kota Manado berkesempatan untuk lebih dekat mengenal, menyadari dan menyikapi mana berita benar dan mana yang hoax. "Melalui kegiatan ini pula masyarakat dapat memanfaatkan media sosial secara bertanggungjawab, produktif, cerdas dan edukatif, " kata Lakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Manado Edwin Kontu membubuhkan tandatangan dalam Deklarasi Manado Cerdas Anti Hoax
Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya yang mulia untuk membangun kualitas sumber daya manusia dalam hal ini masyarakat Kota Manado agar cerdas secara intelektual, emosional sosial dan juga spiritual."Masyarakat yang cerdas niscaya dapat mengolah kehidupan yang lebih baik. Itulah yang dinamakan membangun kota cerdas dimulai dari membangun masyarakat cerdas," tutur Lakat.

Saat ini Kota Manado dilanda banjir informasi karena informasi lebih gampang diakses, tidak ada lagi jarak yang memisahkan. Sementara itu ada begitu banyak media massa elektronik online hadir membawakan berita.

"Masyarakat harus bisa membedakan mana informasi atau berita yang benar-benar dapat dipercaya dan tidak termakan hoax dan terjepit dalam pengembangan pola pikir sempit yang mengarah pada radikalisme," tukasnya.
Kadiskominfo Kota Manado Erwin Kontu saat memberikan penjelasannya terkait berita Hoax
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Manado Edwin Kontu menuturkan, kemajuan teknologi, arus informasi dan kebebasan berekspresi seharusnya menjadi tools (alat) yang berguna bagi kita untuk mengolah dan mengembangkan hidup yang berbuah kebaikan bukan keburukan. "Kita seharusnya yang menguasai tools bukan sebaliknya, kita yang harus mampu memilah, mencerna berita yang memberikan kebenaran bukan dikuasai oleh hoax dan hate speech," tutur Kontu seraya menambahkan, sudah saatnya masyarakat untuk mencegah dan menolak hoax dalam kehidupan bermasyarakat.

"Bersama-sama kita tolak hoax karena berita hoax dapat mengganggu dan mengancam stabulitas keamanan dan kenyamanan masyarakat,"ingat Kontu yang akrab dengan wartawan tersebut. (ADVETORIAL/Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Manado).