Gubernur: Kesehatan Adalah Hal Mendasar

Gub SHS bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI dr Ratna Rosita Hendardji dan Kadiskes Sulut dr Maxi RondonuwuGub SHS bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI dr Ratna Rosita Hendardji dan Kadiskes Sulut dr Maxi Rondonuwu


Manado
-"Kesehatan adalah hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia,”demikian antara lain, Gubernur Dr Sinyo Harry Sarundajang, saat membuka Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkes) Provinsi Sulawesi Utara di ruang Mapaluse kantor gubernur, Rabu (04/04).

Hadir dalam Rakerkes tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI dr Ratna Rosita Hendardji, Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dra Sri Indarwaty, dan sejumlah pejabat teras Kementerian Kesehatan RI serta Dirut PT ASKES dr I Gede Subawa, serta sejumlah Bupati dan Walikota se Sulut.

Lebih jauh Gubernur dalam sambutannya meminta para peserta rekerda termasuk para Bupati dan Walikota untuk lebih memberikan perhatian terhadap pengembangan kesehatan di daerah masing-masing. Sebab, kesehatan adalah hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia.

“Dengan tubuh yang sehat masyarakat akan mampu melaksanakan segala aktivitasnya untuk meningkatkan kualitas kehidupannya,”terangnya.

Menurut Gubernur, keberhasilan pembangunan termasuk di bidang kesehatan yang telah kita capai selama ini, ternyata belum memberikan yang cukup terhadap berkembangnya beberapa penyakit menular yang selama ini dianggap biasa terjadi tetapi ternyata telah melanda sebahagian besar masyarakat kita.

Secara khusus gubernur meminta Raker untuk memfokuskan pembahasan pada 5 jenis penyakit yang saat ini banyak diderita oleh masyarakat Sulawesi Utara yaitu Malaria, Tuberkulosis (TBC), Hepatitis, Rabies dan Pembesaran Prostat.

Pada akhir sambutannya, Gubernur juga tak lupa mengkritik para dokter puskesmas yang tidak tinggal di tempat kerjanya dan menggunakan mobil Puskesmas Keliling sebagai kendaraan dinas dokter tersebut. Mobil Puskesmas Keliling yang juga berfungsi sebagai ambulance seharusnya diparkir di Puskesmas untuk melayani masyarakat.

Gubernur juga mengusulkan kepada Menteri Kesehatan RI melalui Sekjen agar dikeluarkan Peraturan yang melarang Dokter Puskesmas membuka praktek agar kehadirannya benar-benar untuk melayani masyarakat di Puskesmas.

Bersamaan dengan itu, para Bupati/Walikota se Sulut manandatangani Komitmen Bersama mengenai pemberantasan 5 penyakit yang dimaksud. Dalam kesempatan itu, Gubernur juga melakukan Video Conference dengan Wakil Menteri Kesehatan RI Ali Ghufron Mukti di ruang kerjanya di Kementerian Kesehatan Jakarta.

Dalam videoconference ini Gubernur menyampaikan usul dan meminta dukungan Kementerian Kesehatan RI untuk membangun Malaria Center, dots center (untuk penanganan penyakit tbc) , hepatitis center, rabies center dan pusat penanganan penyakit urogenital di kabupaten/kota bahkan kecamatan di Sulut yang banyak terdapat kasus kasus penyakit tersebut.

Wakil Menteri Kesehatan RI merespons permintaan Gubernur tersebut dan akan mempelajari lebih lanjut usulan tersebut. Pada kesempatan tersebut Wakil Menteri mengapresiasi secara khusus keberhasilan Pemprov Sulut meraih opini WTP dan juga berbagai keberhasilan Provinsi Sulut dalam pembangunan kesehatan.

Wakil Menteri mengatakan bahwa Sulut adalah salah satu Provinsi Di Indonesia yang tidak bermasalah dalam bidang kesehatan dan Kemenkes akan terus mendukung segala upaya yang dilakukan Pemprov Sulut untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Sulut.

Bersamaan dengan itu, Gubernur juga melakukan Video conference dengan Kepala Puskesmas Kema Minut dan memberikan petunjuk langsung kepada Kepala Puskesmas dan Camat Kema untuk menangani berbagai masalah kesehatan di daerah tersebut.

Sementara, dalam laporannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dr Maxi Rondonuwu, DHSM mengatakan bahwa Rapat Kerja Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara yang mengusung tema "Dengan Semangat Reformasi Birokrasi Kita Tingkatkan Akses dan Pelayanan Kesehatan Menuju Masyarakat Sulawesi Utara Yang Cerdas, Mandiri Untuk Hidup Sehat Serta Berkeadilan" ini akan membahas berbagai isu penting dalam bidang kesehatan di Provinsi Sulawesi Utara.

Disamping itu Rakerkes ini juga penting sebagai upaya koordinasi dan sinergitas antara provinsi dan kebupaten/kota untuk mencapai target MDG's dan mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. (Baca berita terkait: 2020 Sulut Bebas Malaria, red)- (Tim/sulutonline).

I am not sure where you are

I am not sure where you are getting your info, but great topic.
I needs to spend some time learning much more or understanding more.
Thanks for wonderful information I was looking for this information for my mission.

Terrific work! This is the

Terrific work! This is the kind of info that are meant to be shared
around the internet. Shame on the seek engines for not positioning this post upper!

Come on over and seek advice from my web site .
Thank you =)

Simply desire to say your

Simply desire to say your article is as surprising. The clearness in your post is
simply great and i could assume you are an expert on this subject.
Fine with your permission let me to grab your feed to keep updated with forthcoming post.
Thanks a million and please carry on the rewarding work.

It's in fact very difficult

It's in fact very difficult in this busy life to listen news on TV,
thus I only use the web for that purpose, and take the hottest information.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.