PADK Sulut Kecam Oknum Pengurus Kwartir Nasional Bawa Pramuka ke Nuansa Politik

PADK Sulut saat memberikan pernyataan sikap pada sejumlah wartawanPADK Sulut saat memberikan pernyataan sikap pada sejumlah wartawan

Manado-Menyusul adanya indikasi oknum pengurus Kwartir Nasional yang membawa wadah Pramuka ke nuansa politik, di kecam pengurus Purna Aktivitas Dewan Kerja (PADK) Gerakan Pramuka Sulut. Apalagi terang Jerry Tambun yang didampingi Jerry Inkiriwang pada wartawan, Senin (21/08/2017), Gerakan Pramuka adalah murni mendidik generasi muda cinta terhadap bangsa dan negara tanpa adanya intrik politik.

“Apalagi politik praktis yang menjurus ke ekstrim. Jadi kami mengecam jika wadah gerakan Pramuka dibelokan ke dalam nuansa politik,”tegas Tambun yang juga sebagai ketua umum dalam pelaksanaan Temu Nasional (Tenas) XIII PADK 2017 yang akan dilaksanakan di Sulut pada tanggal 20-22 Oktober 2017 mendatang.

Dikatakannya, kalau bicara Pramuka itu tidak ada pertanyaan, karena dari awal kami sudah diajarkan untuk nasionalisme, mau dia Hindu, mau dia Budha, mau dia Kristen, mau dia Muslim, mau dia hitam, putih, coklat itu semua kami telah terdidik untuk menghormati negara kesatuan Republik Indonesia.“Jadi kalau ada pihak-pihak yang ingin membawa Pramuka keluar dari ranah Pramuka dan masuk kedunia politik, saya kira itu dia tidak mengerti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Pramuka,”ingat Tambun yang dibenarkan Inkiriwang.

Pada kesempatan ini PADK Sulut mengakui memang ada beberapa oknum yang duduk di kepengurusan Kwartir Nasional ingin mempengaruhi langsung maupun tidak langsung Gerakan Pramuka pada satu aliran tertentu tapi secara tegas ditolak.“Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bila perlu dilakukan Munaslub untuk mengganti Ketua Kwartir Nasional yang ada sekarang kalau dinilai melanggar ADART Gerakan Pramuka,”sergah Tambun lagi.

Tambun yang didampingi Sekertaris PADK Sulut Jerry Ingkiriwang pada kesempatan itu menyampaikan bahwa pada tanggal 20-22 Oktober 2017 nanti Sulawesi Utara akan menjadi tuan rumah temu Nasional Purna Aktivis Dewan Kerja (PADK) XIII (Tenas XIII PADK 2017) dimana kegiatan ini bertujuan untuk terus memelihara solidaritas, semangat dan jiwa nasionalisme tanpa dipengaruhi oleh suku, agama, ras dan bahasa.

Tenas PADK XIII 2017 ini juga akan diikuti oleh sekitar 400 peserta, dan menurut catatan hingga saat ini 6000 (enam ribuan) mantan dewan Kerja tersebar diseluruh Indonesia dan luar Negeri yang dalam kepemimpinan mereka di Dewan Kerja telah menghasilkan banyak anak didik yang menjadi Kader Pramuka dalam Membangun Indonesia berdasarkan Pancasila. (tim/sulutonline).