Pengelolaan Air Tanah Penting, Gubernur Olly Ingatkan Penyusunan KLHS

Gubernur Olly Dondokambey SEGubernur Olly Dondokambey SE

Manado-Gubernur Olly Dondokambey SE yang diwakili Kepala Dinas ESDM Sulut, Ir Bach A Tinungki MEng pada rapat koordinasi identifikasi masalah penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) rencana pengelolaan air tanah yang dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas ESDM, Senin (28/08/2017) pagi, mengingatkan, pengelolaan air tanah di Sulut sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan dan kualitas air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah.

"Air tanah memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang kehidupan masyarakat. Hampir bisa dikatakan bahwa tidak akan ada kehidupan dimuka bumi tanpa ada air," ujarnya.

Disamping itu, dijelaskan Gubernur Olly, pengelolaan air tanah sangat erat kaitannya dengan keberlangsungan sejumlah sektor penting seperti pertanian dan bidang lainnya di Sulut."Pengelolaan air tanah memegang komposisi besar bagi pemenuhan kebutuhan pokok, serta pertumbuhan ekonomi Sulut," tandasnya.

Gubernur Olly juga menyatakan, perlunya komitmen dari semua pihak untuk mengontrol dan mengawasi pemakaian air tanah di Sulut. Hal itu disebabkan oleh semakin pesatnya pertumbuhan penduduk Sulut dari waktu ke waktu sehingga jumlah konsumsi air tanah terus meningkat yang berpotensi menurunkan penurunan kualitas air tanah yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan.

"Ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen kita bersama untuk mengelola air tanah sebaik mungkin melalui perumusan dan penyempurnaan kebijakan yang didasari oleh kajian komprehensif dan sistematis termasuk penyusunan dokumen yang memuat temuan-temuan evaluasi pengelolaan air tanah,”terangnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Gubernur Olly mengajak seluruh peserta rapat untuk dapat memberikan perhatian dan tanggung jawab optimal untuk menyusun KLHS Perda Air Tanah ini."Ikutilah dengan sebaik mungkin sehingga tercipta sebuah kebijakan yang benar-benar bermutu dan mampu menjawab kebutuhan air tanah secara berkelanjutan," imbuhnya.Adapun pertemuan itu, turut dihadiri akademisi dan perwakilan dari sejumlah instansi terkait dengan pengelolaan air tanah. (tim/sulutonline)