Agar Selaras Dengan Pemerintah Pusat, ODSK Minta Pejabat Gunakan Pakaian Adat di HUT Provinsi Ke 53

Wagub Kandouw saat memberikan keterangan usai menghadiri Rapat Ranperda Nomor 3 Tahun 2016 Tentang RPJMD Sulut 2016-2021Wagub Kandouw saat memberikan keterangan usai menghadiri Rapat Ranperda Nomor 3 Tahun 2016 Tentang RPJMD Sulut 2016-2021

Manado-Gubernur Olly Dondokambey SE melalui Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) meminta agar dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Utara yang ke 53, tahun 2017 ini, jajaran Pemprov Sulut harus tampil berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya memakai setelan jas, kali ini seluruh jajaran pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprov Sulut serta seluruh anggota DPRD Sulut menggunakan pakaian adat.

Demikian, Wagub Kandouw sebelum mengakiri sambutannya pada rapat paripurna dalam pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ramperda Provinsi Sulut tentang perubahan atas perda no 3 tahun 2016 tentang RPJMD Provinsi Sulut tahun 2016-2021, di kantor DPRD Sulut, Senin (04/09/2017) siang.
Wagub Kandouw saat menyalami para anggota dewan Sulut
"Hal ini agar selaras dengan program pemerintah pusat. Dan kita sudah sepakat dengan panitianya sesuai undangan pada HUT ke 53 Provinsi Sulut untuk memakai baju adat,”ingatnya.

 Wagub Kandouw saat menghadiri Rapat Ranperda Nomor 3 Tahun 2016 Tentang RPJMD Sulut 2016-2021
Menurut Wagub Kandouw, pejabat eselon II dan III, tinggal pilih mau pakai baju Adat Minahasa, Adat Bolmong, Adat Sangihe, atau Adat Gorontalo serta baju Adat Papua silahkan yang penting pakai baju adat, begitu juga ketua dan wakil ketua serta anggota DPRD yang terhormat lainnya.”Kita sudah cek di Sekwan untuk anggota DPRD yang terhormat anggaran baju adat ini sudah tertata. Jadi tidak ada alasan untuk tidak pakai baju adat,"terang Wagub Kandouw. (tim/sulutonline)