Cari Solusi Urai Kemacetan, Dishub Manado Diskusi Bersama Forum LLAJ dan Jurnalis

Kadishub Kota Manado M Sofyan saat memaparkan gambaran umum kondisi lalulintas kota ManadoKadishub Kota Manado M Sofyan saat memaparkan gambaran umum kondisi lalulintas kota Manado

Manado-Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang dipimpin oleh Walikota Manado DR Ir G.S Vicky Lumentut SH MSi DEA dan Wakil Walikota (Wawali) Mor D Bastian SE, dalam mengurai kemacetan di Ibu kota Provinsi Sulawesi utara (Sulut) terus dilakukan.
Berbagai cara dilakukan oleh Pemkot Manado melalui Dinas Perhubungan (Dishub), mencari solusi meminimalisir kemacetan diakibatkan pertumbuhan kendaraan yang meningkat dengan jumlah fantastis setiap tahunnya.

Senin (13/11/2017) siang, bertempat di Kantor Dishub Manado. Kepala Dishub M Sofyan melakukan diskusi bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan Jurnalis Kota Manado, guna bersama-sama mencarikan solusi agar kemacetan boleh terminimalisir.

Dalam pemaparannya, Kadishub M Sofyan mengatakan, jumlah kendaraan roda empat dan roda dua dari data yang ada, berjumlah 562.473 unit yang beraktivitas di kota Manado. Menurutnya dari jumlah kendaraan bermotor yang ada tersebut, sudah melebihi dari ukuran kapasitas jalan sehingga terjadi penumpukan kendaraan dan berdampak pada kemacetan.

Belum lagi kata Sofyan, dengan kendaraan Angkutan Kota (Angkot) yang berjumlah 2.509 Unit di sejumlah 17 Trayek.“ Untuk mengatasi kemacetan di kota Manado, Pemkot Manado telah memiliki program Jangka Pendek, Jangka Menengah dan Jangka Panjang, serta telah menyiapkan regulasi atau payung hukum. Ada beberapa program jangka pendek sudah mulai dilakukan saat ini seperti, penertiban parkir liar dan larangan parkir di ruas jalan utama termasuk penindakan terminal bayangan,” terang M Sofyan.

Dikatakannya, untuk jangka menengah dan panjang akan dilakukannya pemberlakuan sistem satu arah untuk kota manado diperluas, penyebaran pusat kegiatan didaerah pinggiran kota Manado, pembatasan umur angkutan kota di kota Manado maksimal 15 Tahun, Penerapan sistem ASPOL, Program pembangunan angkutan berbasis Rel dalam Kota, Pembanguna persimpangan tidak sebidang, Tol/ Flay Over dalam kota Manado,pembangunan Outer Ring Road di Manado dan program pembangunan pesisir pantai.

Diharapkannya, dengan akan dilakukannya Program-Program Jangka Pendek, Menengah dan Panjang tersebut, kedepannya dapat mengatasi kemacetan yang terjadi di kota Manado.“Kota Manado sebagai Pusat aktivitas kegiatan, harus didukung dengan sistem transportasi yang baik agar kemacetan bisa terminimalisir. Hal itu dibutuhkan dukungan semua pihak, jangan hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Saya berharap para investor yang memiliki usaha di kota Manado, boleh menjadi sumber pengurai kemacetan,”pungkas Kadishub Manado M Sofyan. Hadir dalam Diskusi tersebut, Anggota Forum LLAJ Taufiq Tumbelaka, budayawan Rainer Ointoe, Ketua ORGANDA Feldie Kaloh Moleong, Ketua Basis Angkot Teling Semuel Lanongbuka serta para Jurnalis Pos Liputan Pemerintah Kota Manado.(tim/sulutonline).