Fredy Tinangon, Pengibar Sang Saka Merah Putih di Makassar Berpulang

Prosesi ibadah pemakaman alm Fredy Tinangon di Telap di hadiri GSV-Mor dan jajaran Pemkot ManadoProsesi ibadah pemakaman alm Fredy Tinangon di Telap di hadiri GSV-Mor dan jajaran Pemkot Manado

“BANGSA yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawan. Untuk itu, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” kutipan kata –kata Proklamator Ir Soekarno patut kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sejarah telah melahirkan para pejuang kemerdekaan Indonesia. Namun banyak karya anak bangsa nyaris terlupakan seiring berjalannya waktu.

Di tanah Malesung, warisan Toar Lumimuut, ada anak bangsa suku Minahasa bernama Fredy Engelbert Tinangon. Dia adalah pengibar Sang Saka Merah Putih saat proklamasi 17 Agustus 1945 di Makassar.

Fredy Engelbert Tinangon, Putra Minahasa asal Desa Telap telah dipanggil Maha Besar Tuhan pada Minggu (12/11/2017), diusia 94 tahun 7 bulan, 20 hari. Fredy begitu panggilan akrab beliau dikenal sebagai pengawal pribadi Pahlawan Nasional DR Sam Ratulangi di tahun 1944-1946, ketika itu Sam Ratulangi adalah Gubernur Sulawesi.

Untuk diketahui, dalam riwayat hidup yang dibacakan cucu-cucu tercinta, yakni Hefry Tinangon dan Jessica Tinangon terungkap bahwa beliau pernah dianugerahkan Satyalencana Bintang Gerilya oleh Panglima kodam XIII Merdeka tanggal 5 Oktober 1967. Karena pada Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agstus 1945 beliau seorang diri diperintah Sam Ratulangi menaikan sang Merah Putih di angkasa Kota Makassar dengan di saksikan Sam Ratulangi dan Keluarga, serta laskar-laskar pejuang kemerdekaan di Makassar dan sekitarnya.

Dituturkan, ketika merah putih sementara dinaikan dengan hikmat oleh Fredy, di luar halaman dijalan jalan Raya telah dipenuhi massa dengan membawa senjata bedil dan bambu runcing sambil berteriak teriak Merdeka….. Merdeka…… Hidup merah putih.

Fredy yang tak lain adalah ayah dari Inspektur Kota Manado Hans Tinangon memang dikenal sebagai sosok yang memjadi Panutan bagi Keluarga dan Masyarakat. Tak heran, Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut didampingi Wawali Mor serta jajaran Pemkot Manado, ketika memberikan sambutan penghiburan, Selasa (14/11/2017) sore di desa Telap, mengatakan bahwa apa yang telah diabdikan beliau semasa perjuangan kemerdekaan bahkan sampai dengan bermasyarakat patut diteladani dan dijalankan oleh Keluarga dan kita semua yaitu semangat juang dan semangat memberikan terbaik untuk bangsa dan Negara.

”Kita semua berduka, sungguh kita merasa kehilangan atas wafatnya Pak Fredy Engelbert Tinangon semasa hidup beliau telah memberikan kita inspirasi karena karir beliau yang luar biasa. Dimana semasa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, dengan semangat patriot dan nasionalisme patut diwarisi kita semua,”ingat Walikota Manado dua periode ini.

Sementara itu, ketika ditanya apakah ada resep yang pernah diberikan ayah sampai bisa berusia lanjut, Hans Tinangon yang adalah anak ke-4 dari lima bersaudara ini mengiyakan kalau dirinya pernah menanyakan hal tersebut kepada Ayahanda tercinta.”Saya pernah menanyakan apa resepnya dan bahkan menyaksikan kehidupan ayah memang sejak remaja kemudian menjadi pemuda dan bahkan sampai dengan ajal memjemput, ayah saya tidak pernah merokok dan juga tidak minum alkohol, sehingga saya juga tidak merokok,” tutur Tinangon. (tim/sulutonline).