Program Prioritas OD-SK Terancam, Proyek Tol Manado Bitung Dinilai Lambat, Menteri PU Kecewa

Kepala BPJN XV, Jemmy Riel Mantik saat diwawancaraiKepala BPJN XV, Jemmy Riel Mantik saat diwawancarai

Manado-Kinerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV sebagai penanggung jawab pembangunan jalan tol Manado-Bitung yang menelan biaya Triliunan Rupiah, terkesan lambat dan bahkan bisa mengancam laju program prioritas dari pemerintah pusat dan provinsi Sulut yang dipimpin Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw. Pun, Menteri PU, Basuki Hadimuljono, sempat kecewa dengan progress jalan tol tersebut saat melakukan sidak beberapa waktu lalu.

Kepala BPJN XV, Jemmy Riel Mantik menepis dugaan tersebut. Kepada sejumlah wartawan di kantor Gubernur, Senin (04/12/2017), dia mengaku masih optimis dalam pelaksanaan salah satu 'proyek raksasa' di Bumi Nyiur Melambai (Sulut) ini."Kita masih tetap optimis, makanya kita pacu untuk benahi. Sudah mulai dikerjakan tapi hanya spot-spot karena masalah pembebasan lahan. Silahkan masuk dan dilihat sudah mulai dikerjakan," katanya.

Diketahui, ruas jalan tol Manado-Bitung adalah impian masyarakat Sulut karena akan menjadi satu-satunya jalan tol di Sulut. Tol Manado-Bitung juga akan menopang perekonomian daerah dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

Bahkan Presiden RI Joko Widodo sudah mewarning agar jalan Tol Manado-Bitung bisa tuntas tahun 2018 mendatang. Untuk tol Manado-Bitung, anggaran yang sudah dialokasikan tidak sedikit, disebut-sebut capai Rp 3 Triliun dari APBN plus pihak swasta yang kabarnya tembus Rp 5 Triliun, bahkan saat pembebasan lahan awal, sempat diambil dari APBD Provinsi.(tim/sulutonline)