Lestarikan Anoa, MenLH Siti Nurbaya dan Wagub Kandouw Tanam Pohon Rerer

Menteri LHK Siti Nurbaya, Wagub Kandouw dan Jhon Tasirin serta pejabat KemenLHK saat berada di lokasi penangkaran Anoa (Foto Ist)Menteri LHK Siti Nurbaya, Wagub Kandouw dan Jhon Tasirin serta pejabat KemenLHK saat berada di lokasi penangkaran Anoa (Foto Ist)

Manado-Menyusul terus berkurangnya satwa langka jenis Anoa (Bubalus Depressicornis) di kawasan hutan Sulawesi Utara (Sulut) menjadi perhatian serius Menteri KLH dan Kehutanan Siti Nurbaya. Untuk itu, Menteri menegaskan agar pemerintah dan masyarakat Sulut harus ikut melestarikannya.

“Lestarikan Anoa dari kepunahan,”tegasnya saat diwawancarai usai mengunjungi penangkaran Anoa di Balai Pengembangan dan Penelitian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Manado, Kamis (11/01/2018).
Menteri LHK Siti Nurbaya saat penanaman pohon Rerer
Terkait keberadaan satwa Anoa tersebut , Menteri KLH dan Kehutanan Siti Nurbaya, Watimpres Jan Darmadi dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw melakukan penanaman Pohon Rerer dikawasan penangkaran.

Menurut pemerhati masalah lingkungan Sulut, DR Jhon Tasirin, keberadaan satwa Anoa di Sulut saat ini diperkirakan tinggal sekitar 6000 hewan. Ancaman kepunahan tersebut terangnya, akibat banyak masyarakat yang menangkap Anoa untuk dikonsumsi selain dijual. “Nah, buah dari pohon Rerer adalah makanan kesukaan Anoa,”terangnya.
Wagub Kandouw saat melakukan penanaman pohon Rerer
Sebelumnya, Menteri KLH dan Kehutanan Siti Nurbaya telah menyaksikan penandatangan kerjasama penguatan fungsi dan pelestarian Taman Nasional Bunaken oleh Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw, di Balai Pengembangan dan Penelitian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (tim/sulutonline).