Wagub Kandouw Ingatkan Disperindag se Sulut Jangan Abaikan Koordinasi

Wagub Kandouw saat membuka rapat koordinasi dan konsultasi antara Disperindag Provinsi dengan Disperindag Kabupaten Kota se Sulawesi UtaraWagub Kandouw saat membuka rapat koordinasi dan konsultasi antara Disperindag Provinsi dengan Disperindag Kabupaten Kota se Sulawesi Utara

Manado-Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven OE Kandouw saat membuka rapat koordinasi dan konsultasi antara Disperindag Provinsi dengan Disperindag Kabupaten Kota se Sulawesi Utara, Kamis (15/02/2018) pagi mengingatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kota untuk selalu berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi.

"Koordinasi itu sangat penting. Jangan diabaikan. Tanpa adanya koordinasi maka pembangunan di daerah tidak akan berjalan baik," katanya.

Menurut Wagub Kandouw, rendahnya fiskal di kabupaten/kota membuat pemerintah kabupaten/kota tidak mampu membiayai pembangunan daerahnya sendiri. Padahal dengan ruang fiskal yang lebih leluasa membuat pemerintah sanggup melaksanakan program pembangunan di segala bidang."Kabupaten dan kota di Sulut sebagian termasuk daerah fiskal rendah artinya tidak bisa membiayai daerahnya sendiri. Kecuali provinsi karena PAD nya lebih dari satu triliun rupiah. Karena itu kabupaten dan kota harus selalu berkoordinasi," tandasnya.

Lanjut Wagub Kandouw, tidak adanya koordinasi yang dilakukan pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat berujung sanksi seperti kejadian di Kabupaten Kepulauan Talaud."Kasus di Talaud jadi role model nasional. Itu terjadi karena tidak adanya koordinasi. Padahal undang-undang yang memerintahkan koordinasi itu wajib dilakukan," bebernya.

Disamping itu, dalam arahannya, Wagub Kandouw juga menyinggung peranan Disperindag terhadap pesatnya pertumbuhan pariwisata Sulut yang dikunjungi ratusan ribu wisatawan asing. Kedatangan wisatawan ke Sulut yang selalu membeli kerajinan tangan dan makanan ringan untuk dibawa sebagai buah tangan ke tempat asalnya adalah kesempatan baik yang harus dimanfaatkan optimal."Pariwisata Sulut sedang booming. Industri rumah tangga yang memproduksi makanan dan cindera mata kelabakan memenuhi banyaknya permintaan. Kebutuhan ini harus dipenuhi,"ingatnya.

Di tempat yang sama Kadisperindag Sulut Jenny karouw yang diwakili Sekretaris Disperindag Abdullah Mokoginta menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan itu."Kegiatan ini untuk mensinergikan program dan kegiatan pengembangan industri dan perdagangan di masing-masing daerah serta sebagai sarana untuk memperoleh data dan informasi baik berupa program maupun kebijakan pengembangan industri dan perdagangan," urainya. Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan dari dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten dan kota se Sulawei Utara. (tim/sulutonline)