Peran Pers Dalam Pilkada Damai, Stefa: Harus Independent, Insan Pers Tidak Boleh Jadi Tim Sukses

Senator Stefanus BAN Liow saat menyampaikan materi dalam diskusi publik peran pers dalam pilkada damaiSenator Stefanus BAN Liow saat menyampaikan materi dalam diskusi publik peran pers dalam pilkada damai

Manado-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Stefanus BAN Liow, saat Diskusi Publik Peran Pers Dalam Pilkada Damai, Senin (19/02/2018), di kantor Perwakilan DPD RI di Kelurahan Tikala Ares Kecamatan Tikala, mengingatkan, agar insan pers harus independent dan tidak boleh menjadi Tim Sukses agar menghasilkan berita berimbang, akurat sesuai fakta dan tidak Hoax.

“Pers harus mendidik serta selalu berpihak pada kebenaran dengan menjadi salah satu pilar Negara. Maka nya harus independent,”ingatnya dalam diskusi yang digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut tersebut.
Ketua KPU Yessy Momongan saat mempresentasikan jadwal kampanye
Ditambahkan sesama rekan senator Ir Marhany Pua, bahwa berita yang benar sesuai fakta harus dikedepankan.”Karena insan pers adalah orang yang mendedikasikan hidupnya untuk menegakan kebenaran,”katanya dalam diskusi yang juga menghadirkan para pemateri, Ketua KPU Sulut Yessy Momongan dan Ketua Bawaslu Herwyn Malonda.

Sementara Momongan dalam kesempatan itu mengharapkan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 Juni nanti ditetapkan sebagai hari libur. “Jangan sampai pengalaman tahun 2015 terjadi lagi dimana pada hari pencoblosan bukan hari libur,”ingatnya.
Jadwal kampanye yang ditetapkan KPU
Dikatakan, jika semua kantor pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara libur akan mempengaruhi sektor swasta lainnya untuk meliburkan karyawannya sehingga akan sangat berpengaruh bagi pelaksanaan Pilkada. “Ini bakal memudahkan pemilih untuk datang ke TPS”katanya.

Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda menyebutkan, para awak media bakal menjadi pengawas Dalam pelaksanaan pemilu, baik tentang pelaksanaan jadwal dan waktu Pilkada bahkan hingga pengawasan terhadap penerapan aturan pelaksanaan pemilu serta pengawasan para peserta pemilu dan hasil pemilu ITU sendiri. "Jika tidak ada pers dalam melakukan pengawasan maka Pilkada damai akan sulit untuk diwujudkan," ujar Malonda dalam diskusi yang juga dihadiri puluhan insan pers dari berbagai media di Sulut. (tim/sulutonline).