Sudah 2 Minggu KPK Berada di Sulut, Basaria Ingatkan Jangan Sampai Ada Yang Kena OTT

upsi TerintegrasiWakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat menyampaikan materi dalam rapat koordinasi dan supervisi Pencegahan dan Penindakan Korupsi Terintegrasi

Manado- Wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Basaria Panjaitan saat rapat koordinasi dan supervisi "Pencegahan dan Penindakan Korupsi Terintegrasi" yang digelar di ruang CJ Rantung, Rabu (21/02/2018) pagi mengungkapkan, Tim pemetaan KPK sudah berada di daerah bumi Nyiur Melambai – Sulawesi Utara, sejak 2 minggu lalu.

“Jangan kaget, kami sudah berada disini sejak 2 pekan lalu untuk melakukan pemetaan,”terangnya dalam rapat yang juga dihadiri Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw serta Bupati dan Walikota se Sulut serta para kepala SKPD jajaran Pemprov Sulut. .
AKRAB Gubernur Olly dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan
Basaria juga mengatakan pihaknya akan menempatkan Tim KPK di Sulut untuk membantu jajaran Pemprov Sulut, agar tidak ada yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sulut. "Malu dong jika ada OTT di Sulut. Niat bisa terjadi karena ada kesempatan. Tuhan melihat segala perbuatan kita. Ingat itu,"katanya.

Basaria juga mewarning bahwa Pilkada bisa menjadi sumber terjadinya kasus korupsi. “Hati-hati di Sulut ada 6 kabupaten kota melaksanakan Pilkada,” katanya.
Gubernur Olly saat menyalami Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan
Hal menarik lainnya, Basaria mengungkapkan bahwa pengadaan barang dan jasa rawan korupsi sebab tidak transparan, bisa terjadi markup, dan di intervensi kepala daerah,”Kedepan KPK akan memberlakukan UU tindak pidana pencucian uang agar semua uang negara yang di korupsi bisa kembali. Penyitaan seluruh harta kekayaan bagi koruptor,”tegasnya.

Kabar baiknya, ungkap Basaria, KPK tidak masuk dalam ranah hukum (bukan kewenangan) jika KEPALA DESA terlibat korupsi. Tapi KPK ikut mendampingi aparat penegak hukum.(tim/sulutonline)