Pimpin Ibadah di Jemaat GMIM Bukit Sion Atep Langowan, Penatua Vicky Lumentut Ajak Umat Kristen Jauhi 'AIDS'

Walikota GSVL saat menghadiri Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dan umat Kristen secara global untuk menjauhi penyakit AIDSWalikota GSVL saat menghadiri Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dan umat Kristen secara global untuk menjauhi penyakit AIDS

Manado-Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA mengajak warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dan umat Kristen secara global untuk menjauhi penyakit AIDS. Pasalnya penyakit tersebut dapat membawa masalah dalam membangun hubungan sosial dengan sesama manusia.

Hal itu dikatakan Walikota Vicky Lumentut dalam kapasitas Ketua Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa (PKB) Sinode GMIM, saat memimpin ibadah minggu di Jemaat GMIM Bukit Sion Atep Langowan, Wilayah Pinaesaan Langowan, Kabupaten Minahasa. Minggu (15/04/2018) pagi hingga siang.
Walikota GSVL saat memberikan hadiah pada peserta
Menurut Penatua Vicky Lumentut yang mengambil nats khotbah dalam bacaan Alkitab I Korintus 13 ayat 1 sampai 13, penyakit AIDS yang dimaksud adalah Angkuh, Iri hati, Dengki dan Sombong.

Dikatakan untuk melawan penyakit AIDS diperlukan landasan Kasih yang masih tetap relavan meski di Jaman Now sekarang ini.

"Apakah masih relevan Kasih Jaman Now, kita terapkan dengan kehidupan sekarang ini. Saya meyakini Kasih masih sangat relevan untuk diterapkan baik di kota-kota besar sampai ke desa. Ini untuk menangkal serangan penyakit AIDS yaitu Angkuh, Iri hati, Dengki dan Sombong. Karena penyakit ini telah melanda kita secara sosial disemua aspek kehidupan masyarakat kota dan desa, tanpa memandang status sosial. Mari kita jauhi penyakit AIDS ini," tandasnya.

Selain itu, kata Penatua Vicky Lumentut, jika manusia memiliki Kasih maka nilai-nilai kesabaran, murah hati, tidak mementingkan diri sendiri, tidak pemarah, tidak sombong dan sebagainya akan menjadi bagian hidup orang yang percaya kepada Tuhan.
 Walikota GSVL foto bersama jemaat gereja
Termasuk mampu menangkal berita bohong atau Hoax yang santer beredar saat ini. "Maka GMIM kita tebar sekarang Anti Hoax, Iblis itu Rajanya dari Raja Pembohong. Jadi mari jemaat mulai dari keluarga, kolom, jemaat dan bermasyarakat, mari kita hindari dan tidak terjebak dengan kabar Hoax tersebut," tukas mantan anggota Majelis Pertimbangan Sinode (MPS) GMIM itu.

Dikatakan, berita bohong dan ujaran kebencian muncul karena orang Kristen masih bersifat duniawi dan masih menjalankan kebiasaan buruk dan tidak menerapkan Kasih."Jadi mari kita terhindar dari Kristen Duniawi, kita harus beralih ke manusia baru yakni Kristen Rohani. Tinggalkan semua kebiasaan yang buruk atau negatif, dan kembali ke pintu pertobatan. Undanglah Yesus masuk di hati kita, agar kita bisa menerapkan Kasih pada sesama kita manusia," tandas Penatua Vicky Lumentut, dihadapan anggota Jemaat 20 kolom yang secara kebetulan banyak bermarga Lumentut itu.
 Warga jemaat Gereja yang ikut hadir
Terkait rencana pemekaran di Jemaat Bukit Sion Atep tersebut, anggota Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Periode 2018-2022 itu menyerahkan sepenuhnya kepada rencana Tuhan.

"Jemaat ini milik dari Tuhan Yesus Kristus bukan pendeta, atau Pelayan Khusus tapi untuk kemuliaan Nama Tuhan Yesus untuk rencana pemekaran nanti," pungkasnya.

Tampak mendampingi Penatua Vicky Lumentut, Asisten Bendahara Komisi PKB Sinode GMIM Pnt. Hanny Jost Pajouw SE Ak ME, Legislator Sulut James Karinda SH MH, Pnt Arie Turangan yang juga Staf Khusus Walikota Manado serta Kepala Bagian Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat Kota Manado Steven Runtuwene SSos.(tim/sulutonline)