Di Black Campaign, SHS Makin Populer

SHS saat di NAIROBI 4SHS saat di Nairobi

Manado-Kendati diserang terus melalui kampanye hitam lawan politiknya, tak menyurutkan popularitas Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS). Bahkan, ratingnya dan dukungan masyarakat semakin menguat. Buktinya, dalam amatan peneliti senior KPG Yogya Max Wilar, kepada sulutonline, mengatakan, SHS tetap kokoh dengan level elektabilitas 56 sampai dengan 63 pct.

“Dan diprediksi akan menang mutlak dalam satu putaran,” kata dengan yakin.

Apalagi terang Wilar, dari Sabang hingga Marauke, tahu persis figur dari SHS ini, karena sudah mengemban tugas yang diamanatkan dengan pengabdian terbaik dan dicatat dalam sejarah. Hal ini dibuktikan dengan SHS menerima penghargaan Bintang Jasa Utama di tahun 2005, Bintang Maha Putra Utama di tahun 2009, dan satu-satunya Gubernur yang dibarikan penghargaan sebagai Kepala Daerah terbaik tahun 2009.

“SHS adalah birokrat dan akademis yang sangat memahami makna nation building dan character building dalam penyelenggaraan pemerintahan, yang adalah negerawan yang bertumbuh dari akar nasionalis,” kata Wilar.

Pun, menurut Direktur Eksekutif Society Sulut Option (Solution), Tedy Masengi, kampanye hitam yang dilakukan oleh lawan pilitik SHS ini, dinilai sebagai upaya untuk menjatuhkannya dari pencalonan sebagai Gubernur Sulut 2010 – 2015 mendatang.

“Namun sejumlah kampanye hitam, yang gencar dilayangkan kepada tokoh dibelakang sukses WOC dan CTI Summit ini, serta Sail Bunaken ini, diniali akan semakin mengpopularitaskan nama SHS,”sergahnya.

Diutarakannya lagi, salah satu cara mereka untuk menjatuhkan nama baik Gubernur terbaik se Indonesia tahun 2009 ini, adalah menyebarkan isu dan fitnah lewat selebaran di-copy dari majalah Tiro yang memuat sisi buruk SHS. Terhadap ulah tersebut, saat saya menghubungi SHS yang tengah berkonsentrasi menghadapi ujian doctoral di UGM, SHS hanya meminta agar pendukungnya tenang dan yakin rakyat tak terpengaruh dengan fitnah yang ditebarkan oleh orang-orang tak bertanggungjawab.

“Sikap ini patut dipuji karena disinilah menunjukan sikap kedewasaan seorang pemimpin, yang mapan dengan menyatakan fitnah sudah menjadi bagian dari perjalanan karirnya,” terang Masengi.

Dikatakan Masengi, dirinya telah memebaca tuntas semua selebaran dan isi majalah Tiro. Hal yang mengganjal dalam edaran tersebut, contoh kecilnya mengenai ulasan materi satu kasus yang menghubungkan secara kronologis keberadaan SHS di Jakarta tanggal 25 desember 2009 hingga 11 Januari 2010. Menurutnya, ini sudah merupakan bohong besar, sebab faktanya, saat natal dan tahun baru, SHS open house di Manado dan Kawangkoan. Dan tanggal 28-29 SHS melayani kunjungan Wapres, serta pada malam perpisahan tahun SHS menyelenggarakan toast kenegaraan di Bumi Beringin. Tanggal 4-6 januari 2010, SHS menerima DIPA dari presiden di jakarta. Setelah itu kembali ke Manado.

“Ini merupakan salah satu kebohongan besar, yang dinilai hanya ingin menjatuhkan nama SHS yang sudah teruji sebagai birokrat dan akademisi yang sangat memahami makna nation building dan character building dalam penyelenggaraan pemerintahan. Jadi black campaign yang menzolimi SHS justru membuat SHS semakin dicintai rakyat,” pungkasnya. (BR/sulutonline)

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options