Press Release PGI Terhadap tindak Kekerasan Terorisme di Jakarta dan Surabaya

Dari ki - ka, Pdt Krises Anki Gosal (Wakil Sekum PGI), Romo Agus Ulahayanan (Sekertaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI), Pdt Gomar Goltum (Sekum PGI) dan Jeirry Sumampouw (Kepala Humas PGI)Dari ki - ka, Pdt Krises Anki Gosal (Wakil Sekum PGI), Romo Agus Ulahayanan (Sekertaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI), Pdt Gomar Goltum (Sekum PGI) dan Jeirry Sumampouw (Kepala Humas PGI)

Berikut press release yang diterima www.sulutonline.com dari Persekutuan Gereja- Gereja di Indonesia (PGI).

Persekutuan Gereja – Gereja di Indonesia menyampaikan dukacita mendalam kepada semua korban kekerasan dan tindak terorisme yang menimpa beberapa Gereja di Surabaya hari ini. Semoga semua keluarga diberikan kekuatan oleh yang Maha Kuasa.

Terkait rangkaian kekerasan oleh para teroris dalam minggu ini (Mako Brimob) dan gereja – gereja di Surabaya) kami hendak menyampaikan;
PGI saat berlangsung press conference
1. Tindak kekerasan, dengan adalan apapun, tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah. Dia hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan dan pada akhirnya menuju kehancuran. Lihatlah Siria sekarang ini yang luluh lantak oleh kekerasan demi kekerasan.

2. Sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Agama apa pun mengajarkan kemanusiaan, damai dan cinta. Kesesatan berpikirlah yang membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme.

3. Oleh karena itu para pemimpin agama perlu lebih seriusmewaspadai munculnya para pendukung kekerasan dan tindak terorisme ini dengan berbalutkan penginjil atau pendakwah lewat khotbah-khotbah maupun pernyataanya. Program deradikalisasi BNPT akan sia-sia jika masyarakat justru memberi panggung kepada para pemimpin agama yang menyebarkan paham radikalisme dan kekerasan lewat missi dan dakwah-dakwahnya. Olehnya, kami menghimbau para pemimpin agama dan masyarakatuntuk tidak memberi angina dan simpati kepada pelaku kekerasan dan terorisme, apa pun motifnya.
 PGI saat berlangsung press conference
4. Kami juga menghimbau masyarakat menghentikan penyebaran foto dan video, karena ini justru tujuan teroris, yakni menebarkan rasa takut di tengah masyarakat. Kami justru menghimbau masyarakat untuk menebarkan kasih dan rasa damai melalui ragam media.

5. Menghimbau seluruh elit politik dan masyarakat untuk menghentikan komentar yang justru memperkeruh keadaan. Janganlah menggunakan peristiwa kekerasan dan tidak terorisme ini untuk menangguk kepentingan politik dan sesaat, karena harga yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan bangsa.

6. Kita tak perlu takut menghadapi ancaman terorisme ini tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada penanganan oleh Negara. Sementara itu, kami mendukung sepenuhnya tindakan Negara dalam memberantas semua perilaku kekerasan dan aksi-aksi terorisme di tanah air tercinta.

Jakarta, 13 Mei 2018
Jeirry Sumampouw
Humas PGI