Sulut Jadi Model Pengembangan Buku Murah

Kadis Diknas Drs Star Wowor saat memimpin sosialisasi konsep model pengembangan unit percetakan pendidikan di  SulutKadis Diknas Drs Star Wowor saat memimpin sosialisasi konsep model pengembangan unit percetakan pendidikan di Sulut


Manado-
Prestasi demi prestasi yang di ukir Pemerintah Provinsi Sulut terus menuai dukungan dari pemerintah pusat. Kali ini dukungan tersebut datang dari Kemendikbud RI. Dimana Sulut telah dijadikan model rintisan pengembangan buku murah di tanah air.

Hal itu disampaikan kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemendikbud Dra Diah Harianti MPSi, dan Direktur Politeknik Media Kreatif Negeri Jakarta Bambang Wasito Adi SH MSc, saat melakukan sosialisasi konsep model pengembangan unit percetakan pendidikan di Provinsi Sulut, dihadapan para Kadis Diknas dan kepala sekolah kab/ko se-Sulut, di ruang rapat Assisten Ekonomi Pembangunan, Rabu (30/05).

Pertemuan dipimpin Kadis Diknas Sulut Drs Star Wowor MSi mewakil Gubernur, turut didampingi sejumlah pejabat Eselon III dan IV Diknas Sulut itu, menurut Diah, dipilihnya Sulut jadi model pengembangan buku berkualitas murah dan merata, alasannya karena Gubernur Dr SH Sarundajang, Wagub Dr Djouhari Kansil, MPd dan Sekprov Ir SR Mokodongan memiliki komitmen kuat dari aspek kebijakan dalam memajukan berbagai sektor pembangunan di daerah ini, termasuk sektor pendidikan itu sendiri.

Gubernur Sarundajang telah menyatakan kesediaannya untuk melaksanakan program ini, karena daerah lain belum siap, sembari menyebutkan pihaknya waktu dekat akan memberi bantuan mesin cetak, yang nantinya dikelolah oleh Unit Percetakan Pendidikan (UPP) Pemprov tugasnya untuk menyediakan buku pelajaran dan bahan cetak lainnya yang dibutuhkan oleh sekolah, “Mudah-mudahan akhir tahun ini proses pencetakan sudah bisa terlaksana, “ujar Diah.

Sementara, Bambang Wasito mengatakan, Program ini merupakan solusi terbaik bagi anak-anak didik kita untuk mendapatkan buku berkualitas murah dan merata dari UPP, alasannya harga buku yang ada saat ini berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) dianggap terlalu mahal, sembari membandingkan komponen biaya cetak pengadaan buku tingkat SD HET Rp. 34,944,426,573 dan UPP Rp. 18,316,669,804.

Kadis Diknas Star Wowor, menyambut baik program ini, karena sangat membantu siswa di daerah ini, sekaligus memberi apresiasi kepada Depdikbud yang telah memilih sulut menjadi percontohan untuk model pengembangan buku berkualitas murah dan merata. Wowor optimis percontohan ini akan berhasil sehingga bisa dijadikan model di seluruh indonesia.(Tim/sulutonline).

I am really impressed with

I am really impressed with your writing skills as well as with the layout on your weblog.
Is this a paid theme or did you customize it yourself?
Anyway keep up the nice quality writing, it is rare to see a nice blog
like this one today.

Please let me know if you're

Please let me know if you're looking for a writer for your blog.
You have some really great posts and I think I would be a good asset.
If you ever want to take some of the load off, I'd
love to write some articles for your blog in exchange for a link
back to mine. Please shoot me an e-mail if interested.

Regards!

Great article, exactly what I

Great article, exactly what I was looking for.

Today, I went to the

Today, I went to the beachfront with my kids.
I found a sea shell and gave it to my 4 year old daughter and
said "You can hear the ocean if you put this to your ear." She
placed the shell to her ear and screamed. There was a hermit crab inside and it pinched her
ear. She never wants to go back! LoL I know this is totally off topic but
I had to tell someone!

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options