23 Pendeta GMIM Ikuti Seminar Internasional di Amerika

23 Pendeta GMIM Ikuti Seminar Internasional di Amerika23 Pendeta GMIM Ikuti Seminar Internasional di Amerika


Gereja
Masehi Injili di Minahasa (GMIM), mengutus 23 Pendeta dan 1 orang Penatua untuk ambil bagian dalam pelaksanaan Seminar Internasional Pertumbuhan Gereja di Dunia yang diselenggarakan di South Carolina USA sejak 12 Mei 2012 pekan lalu.

Para hamba Tuhan tersebut berhimpun bersama dengan para hamba Tuhan lainnya dari berbagai Negara khusus membahas tentang pertumbuhan gereja Tuhan dewasa ini. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Sinode GMIM bidang Kerjasama dan KemitraanPdt. Roy Decky Tamaweol, Minggu (27/05), ketika bersua dengan Kasubag Pengumpulan dan Penjaringan Informasi Vanda B. Jocom, M.Si, di Fontana Califonia.

‘’Kami para Pendeta dari berbagai penjuru dunia hadir di South Carolina khusus membahas tentang pertumbuhan gereja dewasa ini,’’ jelas jebolan Pascasarjana Werstern Theological Seminary Michigan USA ini.

Lanjut Tamaweol menjelaskan, seminar internasional yang diikuti tersebut merupakan salah satu seminar yang sangat penting karena pertumbuhan gereja merupakan suatu topik yang hangat, juga merupakan inti penyelidikan para hamba Tuhan. Pertumbuhan gereja adalah sesuatu yang penting bagi setiap orang Kristen. Bila ada sebuah ‘industri pertumbuhan’ di bidang studi misionari dalam kurun waktu dua puluh lima tahun silam, maka industri itu adalah ‘pertumbuhangereja’. ‘’Hal ini (pertumbuhan Gereja) telah menjadi, dan akan menjadi salah satu pembicaraan yang terpenting dibidang teologi padaera abad ke-20 dan seterusnya,’’ tegas Tamaweol.

Malah Tamaweol yakin bahwa salah satu isu paling hangat dalam kekristenan kekinian adalah isu pertumbuhan gereja. Isu ini bahkan telah mulai menghangat sejak pertengahan abad dua puluh terutama setelah Donald Anderson McGavran menerbitkan pemikirannya dalam The Bridges of God (1955) disusul Understanding Church Growth (1959).

‘’Dengan seminar ini kami para Pendeta dapat lebih membuka wawasan dan pemahaman tentang pertumbuhan gereja masa kini. Selain itu, kami juga dapat sharing pengalaman dengan para hamba Tuhan lainnya dari berbagai Negara,’’ katanya.

Usai mengikuti seminar di South Carolina, rombongan Pendeta GMIM tersebut melanjutkan kegiatan dengan berkunjung ke beberapa gereja Indonesia di Amerika. Bahkan ada beberapa Pendeta yang turut ambil bagian melakukan pelayanan, khususnya di gereja yang hamba pelayan serta Jemaatnya orang Sulut, seperti Gereja Masehi Internasional Minahasa (GMIM) USA Fontana dan IPC Fullerton California.

‘’Banyak hal positif yang telah kami pelajari dalam persekurtuan gereja Indonesia di Amerika, dan kami berharap hal tersebut bisa diterapkan di Indonesia,’’ tambahTamaweol.(Tim/sulutonline).

Hello there! This blog post

Hello there! This blog post couldn't be written any better!
Lookong at this article eminds me of myy previous roommate!
He constantly kept preaching about this. I am going too forward
this information to him. Fairly certain he'll have a very
good read. Thank you for sharing!

my site - web ste ([url=http://octodons.org]Edmundo[/url])

When I originally commented I

When I originally commented I clicked the "Notify me when new comments are added"
checkbox and now each time a comment is added I get four emails
with the same comment. Is there any way you can remove me from that service?
Bless you!

My homepage :: supplement helps (Julian)

Spot on with this write-up, I

Spot on with this write-up, I really believe this website needs far more attention. I'll probably be returning
to see more, thanks for the information!

Also visit my weblog :: late garcinia cambogia - Lenora,

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.