Selamatkan Anak Kita Dari Campak dan Rubella, Iroth: Grartis Imunisasi !

Kabag Humas Setdaprov Sulut Chres Irot saat menjadi salah satu nara sumber dalam Temu Media Kampanye nasional imunisasi Campak dan RubellaKabag Humas Setdaprov Sulut Chres Irot saat menjadi salah satu nara sumber dalam Temu Media Kampanye nasional imunisasi Campak dan Rubella

Manado-Kepala Bagian Humas Setdaprov Sulut Chres Iroth saat menjadi salah satu narasumber dalam acara Temu Media yang digelar Dinas Kesehatan Sulut, Kemenkes RI dan UNICEF di salah satu hotel di Manado, Jumat (20/07/2018) mengatakan, agar rekan pers di Sulut untuk terus membantu dan mendukung program pemerintah dalam melakukan sosialisasi.

“Ayo mari kita kampanyekan bahaya Campak dan Rubella, sebab hal ini sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kematin, jika tidak di imunisasi. Makanya ajak anak kita untuk ke Puskesmas dan Posyandu. Imunisasi Gratis,”terangnya dalam acara tersebut.

Dikatakan Iroth dalam salah satu pidato Presiden Jokowi sering mengatakan agar segera melakukan imunisasi.
 Temu Media kampanye nasional imunisasi Campak dan Rubella di Sulut
“Kampanye secara resmi akan dilakukan pada tanggal 1 Agustus, dan akan dimulai dari sekolah. Mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP. Kemudian pada bulan September akan dilakukan di Posyandu dan Puskemas dan menjaring anak-anak yang belum di imunisasi,”tambah perwakilan dari Dinas Kesehatan Sulut.

Sebelumnya, nara sumber dokter ahli anak Hesti Lestari menyebutkan, setiap manusia diharuskan melakukan imunisasi sebanyak 3 kali dalam kehidupan, yakni pada umur 9 bulan, 18 bulan dan 6 tahun. “Dan di batasi sampai umur 15 tahun. Imunisasi adalah hak dan jika tidak dilakukan bisa dituntut secara pidana,”ingatnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut, dr Debby Kalalo melalui Dinkes Sulut dr Rima Lolong dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan ini strategi nasional memberikan imunisasi tambahan Campak dan Rubella terutama bagi anak dari usia 9 bulan sampai 15 tahun.

"Adapun fase pertama tahun 2017 di 6 provinsi di Pulau Jawa yang telah mencakup 37 Juta anak dan fase kedua ditahun 2018 ini di 28 provinsi lainnya (diluar pulau Jawa) termasuk di Sulut," terang Rima.
 Foto bersama usai kampanye imunisasi Campak dan Rubella
Disebutkannya berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) berkomitmen menyukseskan kampanye MR diantaranya membentuk imunitas/kekebalan kepada kelompok sehingga bisa mengantisipasi hingga dewasa nanti. Mencegah agar tidak terjangkit kepada ibu hamil, sehingga anak tidak mengalami kebutaan hingga kematian.

"Pertemuan ini sangat strategis, untuk saling memberikan informasi, berdiskusi dalam mengkampanyekan imunisasi Campak dan Rubella yang dimulai bulan Agustus hingga September 2018 sehingga Sulut mencapai 100 persen," ujarnya.

Diketahui untuk virus Campak di Indonesia masuk urutan 6 besar dari dunia yang merupakan penyakit menular/virus (Campak) melalui percikan ludah dan jalan nafas (batuk). Bahaya dari penyakit Rubella, menular saluran nafas atau bersin (batuk) penyebabnya virus Campak Jerman dengan muncul kelenjar getah bening dibelakang telinga, komplikasi jika terkena pada ibu hamil pada 3 bulan pertama, anak mendapat diare, kebutaan, tuli, hingga kematian.

Hadir dalam kegiatan tersebut dan turut menandatangani komitmen bersama, diantaranya, Ketua IDI Sulut dr Maramis, Abdul Wahab Ketua MUI Sulut, Ketua Ikatan Bidan Sulut Maria Dondokambey, Perwakilan UNICEF Khalid Malik, FKUB, Sinode GMIM, PPNI Sulut, Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS), Komda KIPI, IBI Sulut dan IBI Sulut.(tim/sulutonline)