Buka Forum Koordinasi Wagub Kandouw Ingatkan 4 Hal Untuk Pariwisata Sulut

Wagub Kandouw saat membuka Forum Koordinasi Pariwisata SulutWagub Kandouw saat membuka Forum Koordinasi Pariwisata Sulut

Manado-Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw membuka kegiatan forum koordinasi lintas sektor pariwisata di Hotel Gran Puri Manado, Rabu (24/09/2018) pagi.

Dalam sambutan Wagub Kandouw mengatakan dari segi empiris, jumlah tidak usah kita bandingkan tahun 2016 kebawah dari Juli tahun 2017 sekitar 7300 (tujuh ribu tiga ratus) dan Juli 2018 sekitar 11 ribu (sebelas ribu) kedatangan wisatawan asing.
Wagub Kandouw foto bersama sejumlah pejabat
Luar biasa lagi kedatangan wisatawan domestik di Sulut kalau analogi tour the france, 23 hari naik sepeda terus kita masih di etape pertama dan dari analogi film silat Sia Tiuw Eng Hiong dari 60 kaset baru tiga kaset yang kita selesaikan dengan perkataan masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita lakukan, apakah kita begini saja.

"Tidak, kita harus berbenah diri karena ini ibarat menjual barang. Yang kita jualkan iven, alam, kuliner, pelayanan dan lain-lain. Untuk itu kita harus berbenah diri karena capaian belum seperti yang diharapkan,"kata Wagub Kandouw.

Dalam forum koordinasi lintas sektor pariwisata, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menegaskan ada empat hal yang harus di lihat dalam dunia pariwisata Sulut, dan itu merupakan keinginan Gubernur Sulut Olly Dondokambey yakni Infrastruktur, kemudian revolusi industri generasi keempat, keamanan (security) serta iven, karena dunia pariwisata membawa angin segar dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan pekerjaan yang rata rata diatas nasional.
Wagub Kandouw foto bersama ASN Dinas Pariwisata Sulut
"Saat ini soal infrastruktur karena gubernur memahami , dimana Sulut pertumbuhan ekonomi diatas rata rata nasional penciptaan lapangan pekerjaan diatas nasional, dan itu semua dari pariwisata, namun belum boleh berpuas diri karena bisa dikejar daerah lain, sehingga Gubernur memberikan perhatian dalam dunia pariwisata lewat anggaran di tahun 2019 sebesar 200 miliar untuk pembangunan infrastrukur pariwisata dan semua akan optimal bila sinergitas dengan kabupaten/ kota dilakukan," ujar Wagub Kandouw .

Lanjut Kandouw, yang kedua revolusi industri generasi 4 yakni dimana dunia maya sangat penting, ada aplikasi kalau kita bepergian bisa susun sendiri tour kita, mau makan dimana, naik mobil apa sopirnya siapa, minum teh dimana kita bisa pilih, semua pelaku pariwisata manfaatkan media sosial baik promosi, paketnya karena menurut survey booking tiket 60 persen traveler pembelian dan lain lewat dunia maya.

"Sulawesi Utara harus terapkan ini supaya tidak ketinggalan dengan yang lain,"ungkap Wagub Kandouw.

Kemudian ketiga keamanan, jaga baik baik kemanan apalagi desa-desa wisata contoh masalah parkir serahkanlah kepada desa untuk mengelolanya, dan alat-alat kebakaran di hotel-hotel harus diperhatikan, masalah higienis makanan harus dijaga serta masalah tranportasi laut, kapal-kapal wisata kita harus pakai live jaket. Dan kapalnya harus bermesin ganda serta alat komunikasi kalau tidak memenuhi standar keamanan izinnya harus dicabut karena ini menyangkut nyawa manusia.

Dan yang keempat iven atau acara, kalender acara tahun depan dari kabupaten /kota sekarang sudah dikoordinaskan supaya provinsi yang launching bersamaan karena acara ini bukan milik kabupaten/kota perbanyak acara untuk menarik minat wisatawan dan saat ini wisatawan asing ada peningkatan luar biasa, namun apakah kita sudah berpuas diri, tentu tidak karena masih jauh dari harapan dan banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh karena itu kegiatan ini sangat baik.

"Saya senang ada acara ini, musti ada update karena koordinasi penting," tutup Wagub Kandouw.

Sebelumnya dalam laporan, Ivone Kawatu Kabid Pengembangan Kelembgaaan Kepariwisataan menyatakan kegiatan ini untuk mensinergikan dan mencari solusi permasalahan terjadi dengan kepariwisataan dan kegiatan sebelumnya sudah dilakukan di Boltim dan Sitaro. (tim/sulutonline)