Pemprov Sulut Bantu Logistik Tahap Satu Untuk Korban Tsunami Palu

Para staf BPBD siap meluncur menuju pelabuhan Amurang untuk ke PaluPara staf BPBD siap meluncur menuju pelabuhan Amurang untuk ke Palu

Manado-Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) serta Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, sangat peduli atas bencana Tsunami Palu – Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat (28/09/2018).

Pemprov Sulut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut telah mengirimkan bantuan logistik tahap Satu melalui pelabuhan Amurang Minsel.

Kepala Biro Pemerintahan dan Hubmas Setdaprov Sulut DR Jemmy Kumendong membenarkan atas pengiriman logistik dari Pemprov Sulut ke Palu, Minggu (30/09/2018)
Pengiriman bantuan tahap satu berupa logistik untuk bencana Palu
“Iya, pengiriman dilakukan oleh BPBD Sulut, sementara melalui pelabuhan Amurang,”katanya.

Kepala BPBD Sulut Joi Oroh saat dikonfirmasi menyatakan pengiriman telah dilakukan di pelabuhan Amurang. Kendati baru berupa bantuan logistik tahap pertama.

“Sudah diberangkatkan melalui pelabuhan Amurang, baru berupa logistik tahap Satu. Dan BPBD Manado sudah duluan,”katanya.
Pengepakan bantuan untuk bencana tsunami Palu
Berikut bantuan logistik Pemprov Sulut untuk korban bencana Tsunami Palu;
1. Matras 100 lembar.
2. Selimut 100 lembar.
3. Tikar 100 lembar.
4. Kain Sarung 400 lembar.
5. Karung 2000 lembar.
6. Sarung Tangan 240 pasang.
7. Family Kit 50 paket.
8. Kidsware 100 paket.
9. Perlengkapan Dapur 20 paket.
10. Makanan Siap Saji 20 paket.
11. Lauk pauk 60 paket.
12. Makanan tambahan gizi 60 paket.
13. Sandang 60 paket.
14. Masker 1000 lembar.

“Ini semua bantuan tahap pertama, selanjutnya jika tidak ada aral melintang pada hari, Rabu (03/10/2018) tahapan kedua akan dikirim kembali,”ujarnya.
Packing bantuan sudah dilakukan untuk bencana Palu
Sementara tambah Kumendong, melaporkan Timk RSUP Kandouw sedang menuju Palu melalui Provinsi Gorontalo. Tim terdiri atas specialis Bedah Onkologi, Specialis Bedah Tulang, Specialis Anastesi dan tim perawat.

“Sudah dilaporkan pada pak Gubernur Olly dan Wagub Steven Kandouw serta Sekdaprov Sulut Edwin Silangen,”terang Kumendong. (tim/sulutonline)