Jenasah Glen Mononutu dan Petra Mandagi Ditemukan, Minus Franky Kowaas

Petra Mandagi semasa hidupPetra Mandagi semasa hidup

Manado-Dua orang atlit Paragliding asal Sulut berhasil dievakuasi pihak Basarnas, mereka adalah Glen Mononutu dan Petra Mandagi di Hotel Roa-Roa, Palu Sulawesi Tengah, Senin (01/10/2018) .

Kerabat korban Jopie Worek menjelaskan, awalnya Basarnas menemukan dua jenazah pria didalam kamar sekitar pukul 13.00 WITA namun berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.30 WITA namun belum teridentivikasi karena tidak dapat dikenali lagi.

"Kedua jenazah sudah membengkak dan sulit teridentivikasi secara visual, "terang Worek.
Glen Mononutu semasa hidup
Selanjutnya kedua korban dibawa ke RS Bayangkara Palu.

Di RS Palu kedua korban dilakukan identifikasi visual oleh keluarga dan rekan-rekan yang menduga itu adalah Petra Mandagi dan Glend Monoutu. "Memang agak sulit untuk memastikan kedua korban namun pada pukul 17.00 baru dapat dipastikan,"terangnya.

Kepastian kedua korban yang juga atlet Paralayang Sulut, setelah ditemukan ID Card dan tas pinggang mereka di dalam kamar.

Menurut Worek kedua korban memang diketahui Glend dan Petra setelah diliat dari ciri-ciri fisik dan barang "Proses identifikasi medis dari RS Bayangkara juga membenarkan bahwa benar-benar Glend dan Petra, "tuturnya.

Kedua rencananya malam ini juga akan diberangkatkan ke Manado.

Sementara atlit dari Sulut lainya yaitu Frangky Kowaas hingga kini belum di temukan.

Ketiga korban ini diketahui mengikuti lomba Paralayang di Palu, namun nahas terjadi gempa bumi menimpa hotel yang mereka tempati pada Jumat 28 September 2018 lalu.

Dari data yang diterima, tamu yang menginap di hotel Roa - Roa Palu sekitar 20 orang, sementara yang sudah dievakuasi 11 orang yang terdiri dari 4 orang meninggal dunia 7 selamat, sisanya belum diketahui. (rri.co.id/tim/sulutonline)