Pemprov Seriusi Penanganan Kasus Trafficking Papua

Manado-Pemprov Sulut, melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) menseriusi penanganan kasus trafficking yang terjadi di Papua belum lama ini. Demikian Kepala BP3A Provinsi Sulut Dra Mintje Palapa di kantor gubernur, Senin (18/06) .

Palapa mengatakan, mencermati pemberitaan salah satu media lokal di mana telah memuat berita dengan judul "gembong pemasok Keke ke papua ditangkap".Berita tersebut diterbitkan, pada hari Sabtu (16/06) pekan lalu. Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan gembong pemasok Keke Minahasa ke sejumlah tempat hiburan malam di Papua berhasil di amankan Polda Sulut.

Mucikari kakap satu ini juga adalah otak dibalik pengiriman tiga gadis Tondano beberapa waktu yang lalu. "Tersangka kasus ini sudah ditangkap beberapa saat setelah pemulangan korban dari Papua". jelas Palapa yang turut di dampingi Sekretaris BP3A Frederik Umboh, SH MP.

Palapa juga menyebutkan, sebelumnya Polda Sulut berhasil mengungkapkan dua kasus trafficking dan berhasil memulangkan mereka kembali di daerah ini yakni dari Kucing Malaysia dan dari Batam. Serta tiga korban dari Papua yang berhasil dipulangkan melalui fasilitasi Internasional Organization For Migration dan Polda Sulut.

Mencermati masalah tersebut itu, Palapa mengungkapkan, Pempov Sulut telah mengambil langkah-langkah konkrit bersama intansi terkait seperti Dinas Sosial dan Polda Sulut untuk mengatasinya.

"Karena masalah tersebut sangat urgen dan teknis sehingga harus berkoordinasi dengan intansi terkait menyangkut masalah penanganan termasuk pemulangannya.Untuk masalah tersebut bukan berarti kami tutup mata, dalam penanganan masalah trafficking sesungguhnya ada mekanismenya, BP3A disini lebih dominana pada fungsi koordinasi sesuai Permenkokesra No. 25/kep/menko/kesra/VII/2009 Pasal 2 disitu mengatur fungsi masing-masing SKPD. Karena itu kemarin pihak kami telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Drs. Anwar Panawar dan hari ini akan ditindaklanjuti bersama Polda Sulut", ujarnya.

Palapa menambahkan, kedepan penanganan kasus sejenis, akan diupayakan penanganannya oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah koordinasi BP3A. “Konsep UPTD itu telah kami usulkan memalui Biro Organisasi Setda Provinsi Sulut. Sehingga UPTD ini bisa secara langsung menangani masalah seperti ini kedepan. Dan untuk sementara BP3A memfungsikan kembali peran dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), “kunci Palapa. (Tim/sulutonline).

Hi there it's me, I am also

Hi there it's me, I am also visiting this web site on a regular basis, this site is actually pleasant and the viewers are really sharing good thoughts.

Also visit my page [url=http://www.swizzbizznizz.tv/profile.php?u=BuddyHerric]plenty weight
loss[/url]

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options