Hadiri Pemakaman Dosen UNIMA, Walikota GSVL: Kuatkan Iman Keluarga Almarhum Boy Lombok

Walikota GSVL bersama Ketua TP PKK Manado Prof Paula Lumentut Runtuwene saat datang melayatWalikota GSVL bersama Ketua TP PKK Manado Prof Paula Lumentut Runtuwene saat datang melayat

Manado-Walikota Manado DR Ir G.S Vicky Lumentut SH MSi DEA bersama First Lady Kota Manado Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA, menghadiri ibadah pemakaman Almarhum Boy Adam Johanis Lombok SIK MSi (47), staf pengajar Universitas Negeri Manado (UNIMA), di Desa Lotta Pineleng, Minahasa, Selasa (23/10/2018) siang.

Kehadiran Walikota Vicky Lumentut dan isteri tercinta dalam kapasitasnya sebagai Penasehat Rukun Mottoh Jacob. Dimana, almarhum merupakan bagian dari keluarga besar Mottoh Jacob.

Saat bertemu keluarga almarhum, Walikota Vicky Lumentut ikut memberikan kekuatan iman, agar keluarga tidak larut dalam dukacita. Pasalnya, dalam keyakinan Kristiani, kematian merupakan bagian dari kehidupan manusia berdasarkan rencana Allah.

“Kehidupan manusia sudah diatur oleh Tuhan. Kapanpun dan dimanapun, jika Tuhan berkehendak kematian itu datang, maka tidak ada seorangpun yang dapat menolaknya. Kalau sekarang giliran almarhum, mungkin sebentar, besok atau lusa dan seterusnya giliran kita. Karena itu, kita harus mengaminkan apa yang dibuat Tuhan bagi manusia baik adanya,” ujar Walikota Vicky Lumentut.
Walikota GSVL bersama James Karinda
Senada dikatakan First Lady Kota Manado Prof DR Julyeta Lumentut Runtuwene, yang juga Rektor UNIMA. Menurutnya, dengan meninggalnya Almarhum Boy Adam Johanis Lombok SIK MSi, perguruan tinggi yang dipimpinnya kehilangan salah seorang dosen yang berdedikasi.

“Selain sebagai bagian dari keluarga besar Mottoh Jacob, saya mengenal Almarhum sebagai salah seorang staf pengajar yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap UNIMA. Olehnya, kami segenap keluarga besar civitas akademika Universitas Negeri Manado menyatakan dukacita yang mendalam,” pungkas Enci Paula, sapaan akrab Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado itu.(tim/sulutonline)