Kembali DLH Sulut Lakukan Penanaman Mangrove di Akhir Tahun 2018

Kadis LH Sulut Ir Marly GumalagKadis LH Sulut Ir Marly Gumalag

Manado-Tanaman Mangrove memiliki peranan penting dan manfaat yang banyak, baik langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir.

Mangrove berperan antara lain Mencegah Intrusi Air Laut, Mencegah Erosi dan Abrasi Pantai dan sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa.

Terkait hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara akan melakukan penanaman Mangrove di daerah Kepulauan serta daerah pesisir di Kabupaten Minahasa Selatan pada penghujung tahun 2018 ini.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas DLH Sulut Ir Marly Gumalag, Rabu (07/11/2018). Menurutnya, manfaat tanaman Mangrove di daerah Kepulauan dan daerah pesisir harus terus dipelihara dan dilestarikan.

“Kita mengajak masyarakat untuk menjaga serta melestarikan hutan Mangrove ini. Karena itu juga merupakan rumah bagi ikan dimana mereka dapat berkembang biak serta sebagai penahan abrasi pantai” ujar Gumalag.

Sebelumnya menurut Gumalag, DLH Sulut telah melakukan Road to KHAN dan melakukan penanaman 500 bibit Mangrove dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018 yang melibatkan masyarakat Desa Bohoi dan penanaman Mangrove di Pesisir pantai Kabupaten Minahasa Selatan.

“Mengingat manfaatnya yang begitu besar, perlu peran serta seluruh elemen masyarakat untuk dapat bahu-membahu memberikan kontribusi dalam rehabilitasi dan pelestarian hutan Mangrove”cetus Gumalag.

Gumalag juga menambahkan penanaman Mangrove dengan melibatkan masyarakat sekitar sangat baik karena mereka yang akan menerima manfaat langsung dan tidak langsung dari program ini.

“Artinya Masyarakatlah yang akan lebih diunggulkan karena dapat melakukan kegiatan budidaya baik Kepiting atau Ikan yang menggunakan kawasan hutan Mangrove sebagai area pemijahan (berkembang biak),”terangnya.

“Bagi saya mari kita terus jaga lingkungan itu dengan mengurangi pemanfaatan plastik sekali pakai dan marilah kita lebih perduli dengan sampah yang artinya tidak membuang sampah sembarangan karena membuang sampah sembarangan itu berakibat buruk bagi kelestarian lingkungan yang ada disekitar kita” jelas Gumalag. (tim/sulutonline)