Kian Menggurita, BNN Kota Manado Sosialisasikan Bahaya Narkoba

AKBP Elaisar Sopacoly saat sosialisasi bahaya NarkobaAKBP Elaisar Sopacoly saat sosialisasi bahaya Narkoba

Manado-Kepala BNN Kota Manado AKBP Eliasar Sopacoly dalam sosialisasi ancaman Narkoba bagi Kota Manado, Rabu (14/11/2018) di IT Center Manado, menyebutkan, negara kita ada 3 persoalan besar, yakni Terorisme, Korupsi dan Narkoba.

“Ini bahaya laten yang siap menerkam dan menjatuhkan negara kita,”ungkap Sopacoly .

Dengan tema “Torang Tolak, Torang Cegah, Torang Bahas Bahaya Narkoba” sosialisasi yang ditindaklanjuti dengan diskusi mengalir begitu sempurna.
BNN Kota Manado dalam sosialisasi bahaya Narkoba
AKBP Eliasar Sopacoly yang tampil sebagai pembicara tunggal seakan menghipnotis sekitar 30-an peserta. Diharapkan, para peserta memberikan edukasi informasi tentang bahaya narkoba.”Selamatkan generasi kita dari bahaya narkoba. Ingat mereka punya mimpi,”sergahnya seraya menyentil Dasar UU No 35 / 2009 tentang narkotika.

Salah satu putra Ambon ini kemudian mencontohkan, sebuah negara besar seperti Tiongkok harus dipaksa menyerahkan kedaulatan Hongkong karena berhasil membius negara itu dengan istilah Perang Candu dan memaksa agar Hongkong dijadikan daerah jajahan bagi Inggris dan Prancis.

“Ini perang yang tidak membutuhkan senjata mesiu dan pesawat tempur tetapi hanya menggunakan Opium serta Narkotika. Sekarang menjadi pertanyaan, apakah kita ingin melihat Negara kita Indonesia jadi seperti itu, tentu saja jawabannya tidak, karena itu mari kita lawan Narkoba, kita bersatu agar generasi milenial terbebas dari bahaya narkoba” harap Sopacoly.
Foto bersama puluhan peserta
Sebab kata dia, Narkoba sudah masuk di semua lini. Ini masalah serius yang harus disikapi .”Ingat Guangzhou Tiongkok adalah negara produsen narkoba terbesar di dunia. Dan mereka memiliki uang yang banyak bahkan mereka bisa membeli diri kita,”terangnya.

Sopacoly kemudian menyebutkan, berhadapan dengan narkoba kita harus extreme. Memberantas narkoba harus di mulai dari diri sendiri.”Yakin dan percaya jika kita baik,”katanya.

Dikatakannya, hasil penelitian menunjukkan bahwa diperkirakan setiap hari rata-rata 30 orang meninggal dunia karena menggunakan Narkoba. Modus operandi dan variasi jenis Narkoba terus berkembang dan ditemukan ada 68 jenis narkoba baru di Indonesia dan 60 jenis narkoba yang telah diatur dalam Permenkes no 2 tahun 2017 tentang perubahan jenis Narkotika.

Sementara, kerugian negara akibat penggunaan Narkoba setiap tahun adalah 84,6 triliun rupiah serta jumlah penyalahguna Narkoba berdasarkan penelitian Puslitkes UI dan BNN yaitu jumlah pengguna Narkoba di Indonesia Tahun 2016 sebanyak 3.766.800 orang.

Sosialisasi menjadi begitu bersemangat menyusul diakhir acara puluhan peserta yang sebagian diantaranya adalah insan pers, mendeklarasikan bahaya Narkoba.(tim/sulutonline)