Varietas ODSK Lobu Mampu Tingkatkan Produktivitas Petani Kelapa Sulut

Launching Ekspor Dessicated Coconut  dan Varietes unggul Kelapa dalam rangkaian Konferensi Nasional Kelapa IXLaunching Ekspor Dessicated Coconut dan Varietes unggul Kelapa dalam rangkaian Konferensi Nasional Kelapa IX

Manado-Terobosan yang dilakukan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian tak pernah berhenti.

Terbukti, varietas unggulan tanaman kelapa "Operasi Daerah Sukseskan Kelapa-Lobu" atau "ODSK-Lobu" hasil kerjasama Pemprov Sulut dengan Balitpalma dapat menghasilkan kelapa dengan kadar minyak yang lebih tinggi.

"ODSK Lobu mempunyai kadar minyak lebih tinggi daripada kadar minyak lainnya. Kadar protein juga paling tinggi daripada semua kelapa. Produktifitasnya sekarang 3,2 ton kopra kering per hektar, yang normalnya nasional 1,1 ton sedangkan rata-rata di Sulawesi Utara 1,2 ton. Jadi produktivitas ODSK Lobu 100 persen lebih," kata Kepala Dinas Perkebunan Refly Ngantung saat mengikuti Launching Ekspor Dessicated Coconut dan Varietes unggul Kelapa dalam rangkaian Konferensi Nasional Kelapa IX & Internasional Coconut Conference dan Expo di halaman Kantor Balitpalma, Manado, Sabtu (17/11/2018) siang.
Kepala Dinas Perkebunan Refly Ngantung mewakili Gubernur Olly dalam Launching Ekspor Dessicated Coconut
Refly mengatakan, saat ini sebanyak 100 ribu bibit kelapa ODSK Lobu siap ditanam di Sulut. Tambah dia, pemerintah daerah dengan Balitpalma juga terus melakukan penelitian untuk mencari varietas-varietas unggulan lainnya yang dapat meningkatkan hasil produksi petani.

"Setelah varietas ODSK-Lobu juga akan menyusul varietas ODSK-Apela pada tahun depan dan itu akan ditanam di salah satu lokasi yang disiapkan. Hal ini adalah bagian dari upaya meningkatkan produktivitas petani kelapa di Sulut," kata Refly.

Lebih lanjut Refly menerangkan kepedulian Gubernur Olly dalam upaya, program serta komitmen pengembangan kelapa dinilai berhasil sehingga diberikan penghargaan dari Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman.

"Pak Gubernur meraih penghargaan dari Menteri Pertanian atas komitmennya mengembangkan pertanian kelapa. Yang menyerahkan penghargaan Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian, Prof. Dr. M. Syakir," ungkap Refly yang mewakili Gubernur Olly saat menerima penghargaan tersebut.

Sebelumnya, Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Kementerian Pertanian RI Irmijati Rachmi Nurbahar saat membacakan sambutan Menteri Pertanian RI menerangkan bahwa pembangunan bidang pertanian dapat dilakukan dengan melakukan ekspor produk olahan kelapa dan memberikan bantuan benih unggul bersertifikat secara gratis kepada petani.

"Upaya ini mendiseminasikan inovasi teknologi pembenihan perkebunan yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait, baik instansi pemerintah, swasta, peneliti maupun petani," kata Irmijati.

Irmijati menjelaskan bahwa sejak tahun 2014, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mencanangkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi domestik strategis, terutama sektor pertanian dengan menitikberatkan pada upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani yang menjadi amanah dari program Nawacita.

"Dengan berbagai terobosan dan karya nyata Kementerian Pertanian, dimana telah menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan Nawacita," ungkap Irmijati.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi triwulan II 2018 menunjukkan kontribusi pertanian pada laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 13,63 persen menduduki posisi teratas kedua, setelah industri pengolahan.

Fakta tersebut mengindikasikan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu penggerak utama dalam pengembangan ekonomi rakyat Indonesia. (tim/sulutonline)