Presiden Jokowi Peduli Pemerintahan OD-SK, Sejumlah Megaproyek Masuk Sulawesi Utara

Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Provinsi Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu, disambut Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) .Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Provinsi Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu, disambut Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) .

Manado-Presiden Joko Widodo sangat peduli dengan Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK).

Jokowi begitu orang nomor satu di Tanah Air ini sering disebut menaruh perhatian terhadap pemerintahan OD-SK. Sejumlah megaproyek masuk ke Sulut.

Setidaknya, selama tiga tahun 2016-2019 ada delapan proyek yang dibangun menggunakan dana Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN), yaitu pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung, pembangunan Ring Road III, pembangunan jalan akses Bandara Samratulangi-Likupang, pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional di Ilo-ilo Wori, pembangunan rumah susun di Tomohon dan Universitas Samratulangi (Unsrat) Manado, proyek Palapa Ring Paket Tengah di Sangihe, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan Bendungan Kuwil.


Proyek Jalan Tol Manado-Bitung, Tol Pertama di Sulut

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey didampingi Sekretaris Provinsi Edwin Silangen meninjau megaproyek jalan Tol Manado-Bitung
Provinsi Sulawesi Utara akhirnya memiliki jalan tol. Jalan tol itu menghubungkan Kota Manado-Kota Bitung. Total panjang tol tersebut sepanjang 39 Kilometer. Perwujudan megaproyek ini karena kepedulian dari Presiden Joko Widodo.

Direncanakan bulan Maret 2019 proyek berbandrol Rp1,7 triliun itu akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Jalan tol Manado-Bitung telah dilakukan uji coba selama 3 minggu pada bulan Desember 2018. Tahap uji coba untuk ruas tol Seksi I Manado-Airmadidi sepanjang 14 kilometer dari total 39 km.

“Jadi Desember 2018 kita uji coba, Maret 2019 kita resmikan, sebelum pemilu,” ungkap Gubernur Olly Dondokambey.

Adanya tol ini memangkas waktu tempuh menjadi 40 menit. Sebelumnya lewat jalan biasa bisa tembus 1,5 hingga 2 jam.

Dioperasikannya jalan tol dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Manado, Minahasa Utara dan Bitung. Megaproyek ini juga menjadi akses utama menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan Pelabuhan Internasional Hub Internasional Bitung.

Ring Road III Solusi Atasi Kemacetan Kota Manado
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambee meninjau lokasi pengerjaan Ring Road III
Salah satu megaproyek yang dihadirkan Presiden Joko Widodo kepada provinsi Sulawesi Utara adalah Manado Outer Ring Road III. Pembangunan Ring Road III salah satu upaya dalam rangka mengatasi kemacetan yang terjadi di Kota Manado.

Ring Road III ini akan dibangun dari Desa Kalasey-Winangun dengan total jarak 11,5 kilometer.

Tahapan pertama tahun 2018 jalan tersebut sudah dikerjakan untuk ruas Kalasey-Sea. Sementara sisanya Sea-Winangun akan dikerjakan tahun 2019.

Megaproyek ini menelan anggaran sebesar Rp110 miliar. Pembangunan jalan ini diplot biaya konstruksi sebesar Rp150,95 miliar akan dibagi menjadi dua paket pekerjaan, serta biaya supervisi sebesar Rp4,35 miliar.

Untuk pekerjaan konstruksi akan dibagi menjadi dua paket pekerjaan yang akan dilelang terpisah. Untuk paket I sepanjang 2,15 Km dengan anggaran Rp83,71 miliar dan paket II sebesar Rp66,94 miliar dengan pengerjaan sepanjang 2,25 Km.

Ring Road III merupakan jalan lingkar luar Kota Manado yang dijadikan jalur alternatif oleh warga untuk bisa lebih cepat sampai ditujuan. Seperti halnya Ring Road I (Winangun-Kairagi), Ring Road II (Kairagi-Bengkol).

Pembangunan Jalan Bandara-Likupang Telan Rp631 Miliar
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey meninjau lokasi yang direncanakan pembangunan jalan Bandara Samratilangi Manado-Likupang
Menunjang pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (Pariwisata) Likupang, maka dibangunlah jalan dari Bandara Samratulangi Manado-Likupang. Proyek infrastruktur tersebut menelan anggaran sebesar Rp631 miliar yang berasal dari APBN.

Adapun keuntungan lain dengan adanya megaproyek tersebut yakni akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk pembangunan wilayah.

Rencananya jalan Bandara-Likupang akan dibangun sepanjang 31,5 kilometer (km) dari Bandara hingga ke Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara.
Jalan tersebut dibagi 4 segmen, yakni segmen 1 Bandara-Talawaan sepanjang 4,6 kilometer, Segmen 2 Talawaan Tatelu 2,75 km, Segmen III Tatelu – Wasian 4,1 km, dan terakhir Segmen IV Wasian-Marinouw 20,1 km.

TPA Regional Ilo-ilo Urusi Sampah Minut, Minahasa, Manado dan Bitung
Megaproyek lainnya yang akan dibangun di Sulawesi Utara adalah pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional di Ilo-ilo, Wori Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

TPA Regional tersebut akan menampung sampah dari Minahasa, Minut, Kota Manado dan Kota Bitung.
 Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melakukan sosialisasi pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Regional dihadapan masyarakat Ilo-ilo Wori Kabupaten Minahasa Utara
Rencananya, pembangunan TPA Regional ini akan menggunakan lahan seluas 30 hektare dan terbagi ke dalam dua tahapan. Tahap pertama akan dibangun di kawasan eks HGU Ilo-Ilo Wori seluas 20 hektare.

Sedangkan untuk tahap kedua akan dibangun di lahan eks HGU yang sama seluas 30 hektare.

Nantinya, pengolahan sampah di TPA regional ini akan menggunakan metode termal yang akan menghasilkan tenaga listrik dan meninggalkan residu yang relatif sedikit.

Untuk membangun TPA yang nilainya ditaksir Rp181 miliar ini, pemda tengah mengkaji kemungkinan pelibatan investor swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha.

Proyek Palapa Ring Paket Tengah, Perkuat Jaringan Internet di Kepulauan
Gubernur Sulawesi Utara Olly bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Menkominfo Rudiantara melihat secara langsung uji coba jaringan Palapa Ring Paket Tengah di Sangihe
Daerah kepulauan di Sulawesi Utara sudah tidak perlu khawatir bermasalah dengan jaringan internet. Pasalnya, Proyek Palapa Ring Paket Tengah sudah diuji coba.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meninjau langsung uji coba jaringan Proyek Palapa Ring Paket Tengah yang bernilai Rp1,38 triliun.

Uji coba jaringan Palapa Ring Tengah itu mampu membuat semua wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dapat terkoneksi secara online.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Palapa Ring merupakan perwujudan dari Program Nawacita Presiden Jokowi.

“Ini adalah komitmen dari Presiden Jokowi untuk membangun dari pinggiran dan memperkuat NKRI yang diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur,” katanya.

Mulyani menuturkan, Palapa Ring mampu diselesaikan meskipun dana APBN terbatas. Ia mengungkapkan skema pembiayaan infrastruktur dapat dilakukan bervariasi.

“Walaupun tidak semua proyek infrastruktur bisa dibangun dengan APBN namun dapat diatasi juga dengan instrumen penjaminan oleh PPI (Penjaminan Pendanaan Infrastruktur) sehingga mampu mempercepat proses pembangunan,” imbuh Menkeu.

Menkeu Mulyani juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey karena melihat pembangunan di Sulut yang cukup baik.

“Terima kasih pak gubernur, sudah lama saya tidak ke Sulawesi Utara. Saya betul-betul melihat kemajuan yang sangat banyak. Termasuk Sangihe salah satu pulau terluar, etalase Republik Indonesia namun sudah dibangun dan dikelola dengan baik,” ujar Menkeu.

Untuk diketahui, Palapa Ring Tengah melintasi Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Jaringan serat optik ini terdiri atas kabel darat sepanjang 1.326,22 kilometer (Km) kabel darat dan 1.787,06 Km kabel laut.

Menkominfo Rudiantara menerangkan, Palapa Ring merupakan bangunan tol informasi dalam bentuk serat optik yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia.

“Sebagai infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi pita lebar, Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yaitu Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur,” kata Menkominfo Rudiantara.

Menurut Menkominfo, proyek yang memungkinkan akses kecepatan internet 4G sampai dengan 30 Mbps bakal selesai di seluruh Indonesia pada tahun ini. Adapun Palapa Ring Tengah sendiri baru selesai pada 21 Desember 2018.

“Proyek Palapa Ring ditargetkan selesai di seluruh Indonesia pada pertengahan tahun ini,” ungkap Rudiantara.

Kawasan Ekonomi Khusus Bitung

Jalan masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus Bitung
Potensi kelautan dan perikanan di Sulawesi Utara sangat besar dan merupakan salah satu faktor pendukung mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Makanya, Presiden Joko Widodo mengharapkan adanya
pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

“Saya minta pembangunan Pelabuhan Bitung yang saat ini dikembangkan sebagai KEK bisa dipercepat sehingga Bitung bisa segera menjadi pelabuhan sekaligus pintu masuk ke wilayah utara Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden yakin percepatan KEK Bitung membuat roda ekonomi di Sulut semakin bergerak kencang sehingga berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan dan pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana.

Tidak hanya soal KEK Bitung, Presiden Jokowi juga minta pembangunan infrastruktur transportasi di Sulut dipercepat.

Hal itu penting bagi peningkatan konektivitas sebagai penunjang pertumbuhan sektor pariwisata. KEK Bitung sendiri memiliki tiga proyek utama, perikanan, pengelolaan kelapa, dan farmasi.


Bendungan Kuwil Miliki Banyak Manfaat

Proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara terus digenjot
Penyelesaian pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pada 6 Maret 2018, telah berhasil dilakukan breakthrough tunnel 2 yang merupakan pekerjaan Bendungan Kuwil Kawangkoan Paket 1.

“Pembangunannya dikerjakan siang dan malam untuk mengejar ketertinggalan akibat kendala pembebasan lahan agar penyelesaiannya bisa kembali sesuai rencana,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Bendungan Kuwil Kawangkoan ini merupakan bagian program pembangunan 49 bendungan baru Kementerian PUPR dalam periode 2015-2019.

Program ini sejalan dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air nasional.

Tembusnya tunnel 2, disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi Utara Jidon Watania dan Direktur PT Wika Novel Arsyad.

“Dalam pembangunan bendungan, terdapat 4 momentum bersejarah yakni groundbreaking, breakthrough terowongan, river closure, dan impounding,” kata Jidon.

Keberadaan Bendungan Kuwil ini sangat diharapkan oleh warga Minahasa dan sekitarnya. Nantinya bendungan ini mampu menampung air 23,37 juta meter kubik.

Bendungan ini juga menjadi harapan warga untuk mereduksi banjir sebesar 282,18 meter kubik per detik yang sering terjadi di Kota Manado dan sekitarnya.

Selain itu, dengan debit 4,50 m3/detik, bendungan ini bisa menyediakan kebutuhan air baku bagi warga Kota Manado, Kecamatan Kalawat, Kota Bitung dan KEK Bitung.

Tak cuma itu, Bendungan Kuwil nantinya juga bakal memiliki kapasitas pembangkit listrik tenaga air sebesar 1,2 Mega Watt dan bisa kembangkan untuk sektor pariwisata.

Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan ini dikerjakan oleh PT WIKA – DMT, KSO, PT Nindya Karya (Persero) Tbk dengan total nilai kontrak sebesar Rp 1,41 triliun dengan biaya pengadaan lahan sebesar Rp232 miliar.

Semula bendungan ini ditargetkan rampung pada Oktober 2020, namun ditargetkan bisa rampung lebih cepat yakni tahun 2019. Hal ini dikarenakan proses pembebasan lahan lebih cepat berkat sinergi kerja sama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan Pemerintahan Kabupaten Minahasa Utara.
(ADVETORIAL/ BIRO PROTOKOL DAN HUMAS SETDAPROV SULUT)