Jenny Karouw Pimpin Rapat Akselerasi Ekspor Komoditi Sulut M

Jenny Karouw Pimpin Rapat Akselerasi Ekspor Komoditi SulutJenny Karouw Pimpin Rapat Akselerasi Ekspor Komoditi Sulut

Manado-Gelar rapat akselerasi upaya mempercepat peningkatan ekspor daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulut yang dinakhodai Ir Jenny Karouw, undang sejumlah stakeholder vertikal dan horizontal untuk membahas masalah ekspor komoditas khas Sulut.

Kepada wartawan, Karouw mengatakan bahwa rapat tersebut digelar untuk mencari solusi dari berbagai pihak terkait penanganan ekspor komoditi Sulawesi Utara.

“Intinya kami rapat untuk mencari solusi bagaimana caranya untuk meningkatkan ekspor komoditi kita di Sulawesi Utara. Makanya kami cari solusinya disini”, jelas Karouw saat memimpin rapat yang digelar diruang Sekdaprov Sulut (Jumat 08/02/2019).
Kadisperindag Sulut Ir Jenny Karouw
Menariknya, menurut Karouw sendiri daei hasil rapat tersebut telah terungkap bahwa sebenarnya aspek penyediaan barang di Sulut cukup banyak, tapi barang yang keluar masuk Sulut juga banyak.

“Aspek penyedia barang cukup banyak, tapi yang masuk keluar Sulut juga banyak”, sambungnya sembari memberikan contoh ada barang yang di kirim dari sini terus di ganti kontener di Surabaya, jadi yang dapat brand ya Surabaya.

Sementara terkait permasalahan di lapangan, Karouw mengatakan bahwa kendala yang dihadapi yaitu jumlah konteiner yang berstandar internasional masih sangat kurang.

“Kami minta adanya ketersedian kontener yang memenuhi syatat internasional, terus biaya logistik yang masih tinggi”, beber Karouw.

Menurut data tingkat ekspor di Sulut tahun 2018 jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya yang mencakup semua komoditi asal Sulawesi Utara, tapi nilainya lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.

“Sesuai data, ekspor kita tahun 2018 jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya yang mencakup semua komoditi di Sulut, tapi nilainya jauh lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya”, jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kanwil Beacukai, Beacukai Manado, Beacukai Bitung, GM Pelindo, Angkasa Pura, Balai Karantina Pertanian, Balai Kantina Perikanan, BPOM, Eksportir, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Perikanan, Dinas Perhubungan, Dinas Pangan, DPM-PTSP, Disperindag Sulut, Pemkot Bitung, Pemkot Manado, Baristan, serta GM Peti Kemas dan seluruh stakeholder terkait. (tim/sulutonline)