Laporan Kepada Rakyat Tiga Tahun Kepemimpinan ODSK

Presiden RI Joko Widodo saat melantik Olly Dondokambey menjadi Gubernur Sulawesi Utara 12 Februari 2016 silam.Presiden RI Joko Widodo saat melantik Olly Dondokambey menjadi Gubernur Sulawesi Utara 12 Februari 2016 silam.

Manado-Tiga tahun Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandouw (OD-SK) menahkodai Pemerintahan di Provinsi Sulawesi Utara sebagai Gubernur Sulut dan Wakil Gubernur, tentu sudah banyak yang dilakukan.

Memperjuangkan amanat Rakyat Sulawesi Utara tercinta dari Miangas hingga Pinogaluman bukanlah hal yang mudah. Namun melalui Visi “ Terwujudnya Sulawesi Utara Yang Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik Serta Berkepribadian dalam Budaya”, maka pesatnyaperkembangan daerah dapat kita saksikan dan rasakan bersama.

Diantaranya terpapar dalam Laporan OD-SK Kepada Rakyat Sulawesi Utara, sebagai berikut:
Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK)    
VISI SULAWESI UTARA 2016-2021
Terwujudnya Sulawesi Utara Yang Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik Serta Berkepribadian dalam Budaya.

MISI SULAWESI UTARA 2016-2021

1. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sector pertanian dan sumberdaya kemaritiman, serta mendorong sector industry dan jasa;
2. Memantapkan pembangunan sumberdaya manusia yang berkepribadian dan berdaya saing;
3. Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing;
4. Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri;
5. Memantapkan pembangunan insfrastuktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan;
6. Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia dikawasan timur;
7. Mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik

Sejalan dengan perkembangan global dan nasional, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara juga meningkat.
Olly Dondokambey SE dan Drs. Steven Kandouw [OD-SK]
Tahun 2017, ekonomi Sulawesi Utara tumbuh 6,32% dan merupakan tertinggi dalam empat tahun terakhir. Di tahun 2018 ekonomi Sulawesi Utara meningkat, dimana triwulan I 6,68% dan sedikit menurun di triwulan II 5,83% namun kembali menguat di triwulan III hingga mencapai 6,01%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,27%. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh sektor Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, Transportasi dan Pergudangan serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

Sementara itu dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh Konsumsi Rumah Tangga, Investasi, Konsumsi Pemerintah dan Ekspor.

Nilai ekspor nonmigas Sulawesi Utara pada Juli 2018 tercatat sebesar US$ 71,33 juta sementara impornya senilai US$ 13,94 juta.

Komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Juli 2018 tetap diduduki oleh lemak dan minyak hewan/nabati, yakni senilai US$ 31,84 juta (44,64% dari total ekspor), sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral (mineral fuels), mineral oil products (27), senilai US$ 7,18 juta (51,48 % dari total impor). Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Sulawesi Utara pada Juli 2018 adalah Tiongkok (US$ 14,43 juta), sedangkan negara pemasok terbesar adalah Malaysia (US$ 7,49 juta) (angka sementara).
Presiden Jokowi dan Ibu Negara saat di jemput Gubernur Sulut
Sedangkan untuk PDRB di tahun 2017, harga berlaku berada pada angka 110.16 triliun rupiah dan untuk harga konstan berada pada angka 79.50 triliun rupiah, untuk tahun 2018 pada semester pertama PDRB harga berlaku berada pada angka 56.02 triliun dan untuk harga konstan berada pada angka 39,55 triulun rupiah.

Angka kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2016 berada pada angka 8,20% dan terus menurun hingga pada angka 7,9% di tahun 2017, dan mampu ditekan hingga angka 7,59% di tahun 2018.

Sedangkan angka pengangguran pada tahun 2016 sebesar 6,20% meningkat hingga 7,18% di tahun 2017, dan mampu ditekan hingga angka 6,86% di tahun 2018. Gini Ratio tahun 2017 sebesar 0,39%, sama dengan posisi pada tahun 2016. IPM (Indeks Pembangunan Manusia) tahun 2017 berada pada skala 71,66 lebih baik dibanding tahun 2016 pada skala 71,05.

Untuk Investasi tahun 2018 di Sulawesi Utara sebesar 6,970 triliun rupiah, yang terbagi atas PMA (penanaman modal asing) sebesar 4,054 triliun rupiah atau 81,2% dari total investasi, dan PMDN (penanaman modal dalam negeri) sebesar 2,916 triliun rupiah atau 18,8% dari total investasi. Secara keseluruhan angka tersebut mengalami peningkatan dibanding total investasi di tahun 2017 yang berada pada angka 6 triliun.
OD-SK saat foto bersama Presiden RI Joko Widodo dan Wapres RI Moh Jusuf Kalla

KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA:

Tahun 2018, Dinas Pariwisata Daerah Sulawesi Utara, berhasil melampaui target jumlah kunjungan wisatawan baik Nusantara maupun Mancanegara.

Adapun target RPJMD untuk jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara adalah 1.5 juta dan hasil yang dicapai adalah 1.958.899 orang, meningkat jika dibandingkan dengan Tahun 2017 berjumlah 1,698,523 Orang, sedangkan target untuk jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara adalah 100.000 orang dan hasil yang dicapai adalah 127.879 orang, meningkat jika dibandingkan Tahun 2017 yang mencapai 87,976 Orang yang didominasi dari wisatawan China.

Sedangkan lama tinggal turis mancanegara, target yang ditetapkan pada tahun 2018 adalah 2.5 hari, dan hasil yang dicapai adalah 3,6 hari. Pencapaian ini, merupakan dampak rute penerbangan langsung dari beberapa kota di China ke Manado, yang diinisiasi langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara;

Guna menambah daya tarik atraksi wisata, telah dilakukan pembenahan di objek wisata yang menjadi kewenangan Dinas Pariwisata Daerah Sulawesi Utara, melalui dukungan ABPD dan DAK Fisik yaitu pembangunan sarana prasarana di Hutan Taman Wisata Kalawat, Kab. Minahasa Utara, Sumaru Endo dan Bukit kasih di Kabupaten Minahasa dan Gunung Tumpa di Kota Manado.
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Olly Dondokambey, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Panglima TNI saat diwawanncarai usai peresmian bandara Miangas
Selain pembangunan fisik, Dinas Pariwisata Daerah juga melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM yang bergerak di industri pariwisata, terutama dalam meningkatkan hospitality kepada wisatawan;

Fastival Bunaken dan Danau Tondano, merupakan iven tahunan Dinas Pariwisata Sulawesi Utara yang masuk sebagai Kalendar Iven Tahunan Kementerian Pariwisata. Kegiatan ini diselenggarakan secara akbar di Pulau Bunaken dan Tondano melibatkan Dinas Pariwisata kabupaten/kota, serta sanggar seni dan budaya;

Fastival Ramadhan untuk memeriahkan bulan puasa umat Muslim dengan berbagai lomba serta penyediaan kuliner khas bulan Ramadan;

Christmas Festival dilaksanakan untuk memeriahkan perayaan Natal yang diisi dengan panggung hiburan yang melibatkan artis nasional bahkan internasiona, lomba mobil hias bernuansa natal, bazar sembako murah serta kios jajanan murah yang melibatkan beberapa stakeholder, instansi terkait serta masyarakat;

Fasilitasi Even promosi pariwisata berupa, Tomohon International Flower Festival (TIFF) di Tomohon, Festival Kentang di Minahasa Selatan, dan Festival Teluk Tomoni di Bolaang Mongondow Selatan.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE pimpin pelestarian pulau Bunaken
PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN:
Penambahan Wirausaha Baru Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebesar 225 WUB;

Penyerapan tenaga kerja di IKM sebesar 1.125 orang; Pertambahan nilai investasi di IKM sebesar Rp. 11.250.000.000; Tersedianya beras, minyak goreng, gula, dan daging yang dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah;

Meningkatnya nilai ekspor Sulawesi Utara mencapai US$ 973.966,05 juta; Neraca perdagangan surplus pada nilai US$ 812.200 juta; Pemberian bantuan hibah peralatan dan mesin kepada Wirausaha Baru IKM;

Pelaksanaan Pasar Murah Menjelang Hari Raya Keagamaan Dalam Rangka Membantu Masyarakat Kurang Mampu di Sulawesi Utara.
Kunjungan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri dalam rangka TIFF  di Tomohon

KOPERASI DAN UKM

Sampai dengan Desember 2018, jumlah koperasi mencapai 4.978 unit dengan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 9.060 orang, sedangkan jumlah UMKM mencapai 84.392 unit dan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja oleh sector UMKM sebanyak 217.197 orang;

Pada sepanjang Tahun 2016 s/d Tahun 2018 telah dilaksanakan beberapa kegiatan guna memajukan Koperasi dan UMKM yang ada di Provinsi Sulawesi Utara diantaranya:

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi; Kegiatan Peningkatan Daya Saing UKM dan Koperasi; Kegiatan Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetetif UKM; Kegiatan Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi UMKM; (ADVETORIAL/ BIRO PROTOKOL dan HUMAS SETDA PROVINSI SULUT)