Program Nawacita Jokowi Berhasil Diwujudkan ODSK

Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (ODSK)Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (ODSK)

Manado-Presiden Joko Widodo- Wapres RI Jusuf Kalla merancang sembilan agenda prioritas. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Berikut inti dari sembilan program tersebut yakni :


(1)
. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

(2)
. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.
ODSK saat foto bersama Jokowi -JK
(3). Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

(4). Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

(5)
.Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia Pintar"; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program "Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera" dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.

(6)
. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

(7). Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

(8). Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

(9).
Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antar warga.

Untuk mengimplementasikan 9 program Nawacita dari Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw terus membangun dan memajukan daerah bumi nyiur melambai Sulawesi Utara sesuai dengan harapan Presiden RI Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di seluruh sektor yang ada.

Pelayanan publik hingga peningkatan ekonomi sosial, merupakan tugas pemerintah yang harus diwujudkan melalui program kerja yang terus dijabarkan oleh pemerintahan OD-SK demi terwujudnya program 9 nawacita demi Sulut Hebat yang lebih maju kedepan.

Salah satunya program pelaksanaan pembangunan infrastruktur sarana prasarana di daerah ini. Melalui program pembangunan strategis yang diprakarsai Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla sangat tersentuh langsung dan terlihat jelas dimasa kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur, Drs. Steven Kandouw (OD-SK) sampai sekarang ini.
Jokowi saat peresmian KEK Pariwisata Likupang
Di Sulut sendiri program terdapat 7 program pembangunan dari Presiden dan Wakil Presiden yakni;

A. Pembangunan jalan tol Manado-Bitung
B. Pembangunan Ring Road 3
C. Pembangunan Jalan Akses Bandara-Likupang
D. Pembangunan TPA Regional di Desa Ilo-Illo Wori
E. Proyek Jaringan Komunikasi Palapa Ring
F. Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.
G. Proyek pembangunan Bendungan Kuwil
H. Proyek Pembangunan Rumah Susun di Kota Tomohon dan Kampus Unsrat Manado.


A.
Proyek Jalan Tol Manado-Bitung, Tol Pertama di Sulut Total panjang tol tersebut sepanjang 39 Kilometer. Mega proyek ini karena kepedulian dari Presiden Joko Widodo. Direncanakan bulan Oktober 2019 proyek berbandrol Rp 1, 7 triliun itu akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

B. Proyek Ring Road III salah satu mega proyek yang dihadirkan Presiden Joko Widodo kepada provinsi Sulawesi Utara adalah Manado Outer Ring Road III. Pembangunan Ring Road III salah satu upaya dalam rangka mengatasi kemacetan yang terjadi di Kota Manado. Ring Road III ini akan dibangun dari Desa Kalasey-Winangun dengan total jarak 11,5 kilometer. Tahapan pertama tahun 2018 jalan tersebut sudah dikerjakan untuk ruas Kalasey-Sea. Sementara sisanya Sea-Winangun akan dikerjakan tahun 2019.

C. Proyek pembangunan Jalan Bandara-Likupang berbandrol Rp 631 Miliar untuk menunjang pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (Pariwisata) Likupang, maka dibangunlah jalan dari Bandara Samratulangi Mana Manado-Likupang. Proyek infrastruktur tersebut menelan anggaran sebesar Rp 631 miliar yang berasal dari APBN. Rencananya jalan Bandara-Likupang akan dibangun sepanjang 31,5 kilometer (km) dari Bandara hingga ke Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara.


D.
Proyek pembangunan TPA Regional Ilo-ilo Cakup Minut, Minahasa, Manado, Bitung. Mega proyek TPA Regional tersebut akan menampung sampah dari Minahasa, Minut, Kota Manado dan Kota Bitung. Rencananya, pembangunan TPA Regional ini akan menggunakan lahan seluas 30 hektare dan terbagi ke dalam dua tahapan. Tahap pertama akan dibangun di kawasan eks HGU Ilo-Ilo Wori seluas 20 hektare. Sedangkan untuk tahap kedua akan dibangun di lahan eks HGU yang sama seluas 30 hektare. Untuk membangun TPA yang nilainya ditaksir Rp181 miliar ini, pemda tengah mengkaji kemungkinan pelibatan investor swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha.

E. Proyek Palapa Ring Paket Tengah, Perkuat Jaringan Internet di Kepulauan. Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meninjau langsung uji coba jaringan Proyek Palapa Ring Paket Tengah yang bernilai Rp1,38 triliun. Uji coba jaringan Palapa Ring Tengah itu mampu membuat semua wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dapat terkoneksi secara online.

F. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Potensi kelautan dan perikanan di Sulawesi Utara sangat besar dan merupakan salah satu faktor pendukung mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Makanya, Presiden Joko Widodo mengharapkan adanya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

G. Proyek pembangunan Bendungan Kuwil. Penyelesaian pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pada 6 Maret 2018, telah berhasil dilakukan breakthrough tunnel 2 yang merupakan pekerjaan Bendungan Kuwil Kawangkoan Paket 1. Bendungan Kuwil Kawangkoan ini merupakan bagian program pembangunan 49 bendungan baru Kementerian PUPR dalam periode 2015-2019.

Keberadaan Bendungan Kuwil ini sangat diharapkan oleh warga Minahasa dan sekitarnya. Nantinya bendungan ini mampu menampung air 23,37 juta meter kubik. Bendungan ini juga menjadi harapan warga untuk mereduksi banjir sebesar 282,18 meter kubik per detik yang sering terjadi di Kota Manado dan sekitarnya. Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan ini dikerjakan oleh PT WIKA - DMT, KSO , PT Nindya Karya (Persero) Tbk dengan total nilai kontrak sebesar Rp 1,41 triliun dengan biaya pengadaan lahan sebesar Rp232 miliar.

H. Proyek pembangunan Rumah Susun di Tomohon dan Kampus Unsrat Manado.
Gubernur Olly Dondokambey belum lama ini melaksanakan pertemuan bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono di Kantor Kementerian di Jakarta, dalam rangka melakukan konsultasi sekaligus pelaporan dan usulan percepatan pembangunan sejumlah "mega proyek raksasa" di Provinsi Sulut itu.

"Fokus dari agenda itu adalah untuk membahas progres pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di Sulut termasuk rencana percepatan pembangunan Jalan Ring Road 3 Winangun-Kalasey, Jalan akses Bandara Sam Ratulangi- Likupang untuk menunjang kawasan pariwisata Likupang, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Ilo Ilo Wori di Kabupaten Minahasa Utara. Selain itu, turut dibahas juga fungsi Danau Tondano sebagai reservoir alam untuk Wilayah Minahasa dan Manado, pusat pembangkit listrik (PLTA), penyedia air minum dan pembersihan eceng gondok," terang Gubernur.

Menurutnya dengan terbukanya semua akses pembangunan di Sulut maka sejalan itu peluang investasi baru akan terbuka sehingga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Sulut.

"Terbukti pada tahun 2018 lalu, Pemprov Sulut mampu mengukir berbagai capaian pembangunan, antara lain : Pertumbuhan Ekonomi pada Triwulan ke-III berada pada angka 5,66 persen. Lebih tinggi dari capaian nasional 5,17 persen. Selain itu, angka kemiskinan dapat ditekan dan berada pada posisi 7,59 persen dari sebelumnya 8,98 persen, angka pengangguran juga mampu ditekan hingga 6,86 persen, dari sebelumnya 7,18 persen pada tahun 2017," jelas Olly Dondokambey.
 Jokowi saat bersama Gubernur Olly mengontrol tol Manado Bitung
Presiden Jokowi Resmikan 3 KEK dan Proyek Strategis di Sulut
Belum lama, Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey meresmikan beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, KEK Morotai, Rusun Mahasiswa IAIN Manado dan UKIT Tomohon. Peresmian seluruh proyek itu dilakukan di Bandara Sam Ratulangi Manado, Senin (01/04/2019).

Dalam sambutannya, Jokowi menerangkan bahwa dengan diresmikannya KEK akan diikuti dengan masuknya investasi pabrik pengolahan bahan jadi. “Investor baru bermunculan, lapangan pekerjaan baru bertambah. Kalau tadinya kita mengirimkan bahan mentah, dengan adanya KEK kita ekspor bahan jadi hasil olahan bahan mentah tersebut,” kata Jokowi.

Terkait KEK Bitung, Jokowi mengatakan, pemerintah akan mempercepat pembangunan infrastruktur Jalan Tol Manado-Bitung untuk menunjang KEK sehingga mampu bersaing dengan negara lain. “Jalan Tol Manado-Bitung ternyata sudah rampung 80 persen. Saya minta untuk bisa dioperasikan di bulan Oktober ini,” beber Jokowi.

Lebih jauh, Jokowi memuji pesatnya pembangunan Sulut. Menurut dia, pada kunjungan kerjanya kali ini, aktivitas perekonomian Sulut lebih baik dari sebelumnya. “Saya lihat jalan-jalan lebih lebar. Pada malam hari juga kegiatan ekonomi tetap ramai," imbuh Jokowi.

Untuk diketahui, KEK Bitung memiliki kegiatan utama industri pengolahan kelapa, industri pengolahan perikanan, industri farmasi, dan logistik. Dibangun di area seluas 534 hektar. KEK Bitung ditargetkan mampu menarik investasi sebesar Rp 35,2 triliun dan mampu menyerap hingga 34.710 tenaga kerja.

KEK Bitung diproyeksikan memberikan efek terhadap perekonomian nasional dengan peningkatan output sebesar Rp 92,1 triliun pada 2025. KEK Bitung telah mendatangkan beberapa investor dengan total komitmen investasi sebesar Rp 3,8 triliun.

Salah satunya adalah Futai Indonesia yang bergerak di bidang industri pengolahan kertas daur ulang dengan komitmen investasi sebesar Rp 2,8 triliun. Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mendukung keberlangsungan KEK Bitung diantaranya adalah Pelabuhan Hub Internasional Bitung dan Jalan Tol Manado-Bitung.
Gubernur Olly saat mengontrol jalan Bandara Likupang
Pada Pelabuhan Hub Internasional Bitung, telah dibangun Terminal Petikemas Bitung dengan kapasitas 500.000 Teus/tahun. Sementara itu, Jalan Tol Manado-Bitung sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan dapat beroperasi di bulan Oktober 2019. Jalan Tol yang dibangun sepanjang 39,9 kilometerdengan jumlah 2 lajur 2 arah (lebar lajur 3,6 m) ini berkapasitas 14.000 kendaraan per hari.

Peresmian tersebut turut dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, perwakilan Forkopimda, Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Gubernur Steven OE Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, Walikota Bitung Max Lomban, Sekretaris Dewan Nasional KEK, jajaran Jasa Marga Manado-Bitung, Pemda Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Kalimantan Timur.(ADVETORIAL/ BIRO PROTOKOL DAN HUMAS SETDAPROV SULUT)