Berita

Menteri Setuju Pemprov Bangun 5000 Perumahan Untuk PNS


Manado
-Kabar gembira bagi 6.115 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Sulut. Dalam waktu dekat ini, Pemprov Sulut akan segera membangun perumahan khusus PNS sebanyak 5000 rumah PNS. Apalagi ungkap Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang, usulan tersebut sudah disetujui Menteri Perumahan Rakyat.

“Menteri Perumahan Rakyat, sudah menyetujui usulan ini, begitu juga Perum Perumnas. Bahkan MOU sudah ditandatangani,'' ungkap Gubernur saat rapat bersama seluruh SKPD Pemprov Senin (19/03).

SHS Mulai “Bedah” Rumah Kumuh

Manado-Setelah disepakati dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah Sulawesi Utara (BMPD) dimana Perbankan Sulut akan membantu percepatan program pengentasan kemiskinan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kredit untuk Rakyat Miskin yang dimilikinya, Pemprov dan BMPD langsung action.

Pencanangan awal program "Bedah Rumah" bantuan Perbankan Sulut langsung dilakukan, Sabtu (17/03) di Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Pertama di Indonesia, Perbankan Bantu “Bedah” Rumah Kumuh


Manado-
Jajaran Perbankan Sulut, akhirnya merespon program Pemprov Sulut untuk memecahkan permasalahan kemiskinan. Bahkan para perbankan yang terdiri dari semua direktur bank di daerah ini, sepakat mendukung sepenuhnya program tersebut.

Hal ini terungkap saat pertemuan bersama Sekdaprov Ir SR Mokodongan, dengan perbankan yang dipimpin Kepala Bank Indonesia (BI), Ramlan Ginting, di rumah Kopi Billy di kawasan Megamall, Jumat (16/03).

SHS Seriusi Masalah Pemberantasan Kemiskinan

Manado-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bertekad untuk terus memerangi kemiskinan. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang belum lama berselang ini. Menurut Sarundajang, Pemerintah agak cukup kesulitan mengatasi kemiskinan di Sulut dikarenakan beberapa alasan, salah satunya masih banyaknya rumah kumuh yang tersebar di Sulut.

Jajaran Pemprov Beri Penghormatan Terakhir pada Alm JF Mailangkay


Manado
-Hujan deras yang tiba-tiba turun membahasi bumi sama sekali tidak membuat Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr Djouihari Kansil, bergeming. Kendati sapuan hujan sempat membasahi para pelayat namun mereka tetap dalam sikap sempurna dan memberikan penghormatan kepada Jenazah mantan Sekretaris Wilayah Daerah Tingkat I Propinsi Sulawesi Utara Drs. J.F. Mailangkay.

Mendagri: Sampai 30 April, Gubernur, Bupati, Walikota Tidak Boleh Keluar Negeri


Manado
-Menteri Dalam Negeri RI, Gamawan Fauzi minta para Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia untuk tidak melakukan perjalanan dinas keluar negeri mulai tanggal 8 Maret sampai dengan 30 April 2012 mendatang.

Jenazah Alm Drs JF Mailangkay Dilepas dari Kantor Gubernur


Manado
-Bangsa yang besar adalah bangsa yang tau menghormati jasa para pendahulunya. Seperti itulah yang dilakukan Pemprov Sulut untuk menghormati Almarhum Drs JF Mailangkay mantan Sekdaprov Sulut (1999-2001) tersebut.

Menurut Sekdaprov Ir SR Mokodongan, jenazah almarhum akan disemayamkan di kantor gubernur Sulut pada Jumat (16/03). “Jenazah akan disemayamkan di ruangan Mapalus. Nantinya akan dilakukan ibadah dan upacara pelepasan, yang diikuti seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Pemprov Sulut,” kata Mokodongan.

Wagub: Persoalan Unsrat dan Tanah Kita Serahkan ke Proses Hukum

Manado- Menanggapi permintaan dan tuntutan para demonstran, Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil, mengatakan baik persoalan di Unsrat maupun masalah tanah di Pandu dan Kombos akan diserahkan pada proses hukum yang berlaku.

Demikian Kansil saat menerima demo Mahasiswa dan warga Kombos dan Pandu, Kamis (15/03) di halaman kantor gubernur.

Wagub saat didampingi Sekdaprov Ir SR Mokodongan dan sejumlah kepala SKPD terkait, mengatakan, Pemilihan Rektor Unsrat masih sementara berproses kendati sudah dipilih para Senat Unsrat dan menghasilkan DR Donald Rumokoy.

Mahasiswa—Dosen Unsrat Demo Tuntut Batalkan Hasil Pilrek

Manado-Ratusan mahasiswa Unsrat bersama sejumlah dosen, akhirnya menggelar aksi demo. Mereka menuntut hasil Pemilihan Rektor (Pilrek) yang dimenangkan incumbent DR Donald Rumokoy SH dibatalkan karena dinilai cacat hukum.

Massa aksi yang menyatroni kantor gubernur Kamis (15/03) sekitar pukul 13.30 wita tersebut dipimpin Benny Ramdhany anggota dewan Sulut dan Yul Takaliuang LSM, serta sejumlah dosen yang di nonaktifkan Rumokoy. Mereka berorasi sambil membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan pengecaman terhadap Rumokoy.

Pendemo Rubuhkan Motor Dalmas Polisi

Manado-Aksi demo mahasiswa yang menuntut pembatalan hasil Pilrek Unsrat di kantor gubernur Kamis (15/03) nyaris ricuh menyusul, motor Dalmas milik aparat Polres Manado dirubuhkan saat terjadi desak-desakan di halaman kantor gubernur.

Sebelumnya massa yang dipimpin Benny Ramdhany anggota dewan Sulut dan Yul Takaliuang dari LSM, hanya berorasi menumpahkan unge-uneg mereka. Keadaan memanas manakala yang menyambut demonstran hanya sejumlah kepala SKPD. Padahal yang mereka mau agar diterima Gubernur atau Wakil Gubernur.

Syndicate content