BENCANA BUDAYA 7 JULI 2013 ?!

Oleh:Audy WMR Wuisang

Pengantar

Sambil menulis artikel ini, saya memandangi buku GELAR ADAT MINAHASA yang dicetak tahun 2012 dengan warna mayoritas MERAH dan HITAM, khas Minahasa. Bukunya menarik. Isinya, bagi saya juga menarik. Kemudian, di komputer pribadi, saya membuka sejumlah dokumen yang terkumpul mengenai GELAR ADAT MINAHASA. Semua terkumpul ketika mengedit dan menulis buku GELAR ADAT MINAHASA yang berwarna menarik di atas.

Tetapi, berbeda dengan ketika menulis dan mengedit buku itu, suasana hati menjadi tawar. Bahkan sedih. Bahkan geram. Memalukan ....... !!! Buku yang ditulis melalui seminar, workshop yang berlangsung lebih 1 tahun di Jakarta dan kemudian Batu Putih dan di Jakarta lagi, seperti sedang mengejek orang-orang yang memprakarsasi serta mengadakannya. Dia memantulkan skandal budaya yang dilakukan oleh orang-orang yang "terlihat" sebagai tokoh Budaya. Memalukan? entahlah. Coba kita lihat dan simak baik-baik ......

Tetapi maaf, sebelum lanjut. Saya harus menyampaikan permohonan maaf kepada sahabat-sahabat pemerhati Budaya Minahasa di Mawale Movement, Tomohon. Karena secara pribadi saya meminta, mengundang dan bahkan menjemput mereka untuk terlibat dalam proyek Gelar Adat Minahasa. Maksudnya untuk meluruskan parade Gelar Adat Minahasa, tetapi pada akhirnya justru berujung Bencana Budaya di Pinabetengan, 7 Juli 2013. Sekali lagi, saya mohon maaf jika berujung demikian, padahal kepedulian dan semangat kita waktu itu adalah meluruskan Anugerah Gelar Adat Minahasa.

Bencana Budaya ???

Saya sampai memberi tiga "tanda-tanya". Wajar, karena bagaimanapun ada yang tidak menganggap itu "bencana". Hanya, konon karena Gubernur SULUT mengutus Ketua Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi ke acara itu, maka beberapa orang secara berseloroh berkata: "Sudah tepat, karena sedang terjadi BENCANA BUDAYA di Batu Pinabetengan ....".

Tetapi bagi saya, Gegar Bencana Budaya Minahasa 7 Juli 2013 di Pinabetengan sama mengguncangkan dengan skandal tahun 1994, ketika Gelar Adat Spiritual, WAILAN INA KOWENE dianugerahkan kepada Mbak Tutut. Skala heboh dan skala menyedihkannya, bagi saya ........ sekali lagi secara pribadi, nyaris sama. Membuat orang miris dan jadi sedih, kecewa dan geram, ketika tokoh-tokoh budaya mempermainkan simbol budaya Minahasa itu. Dan ironisnya, lakon dan laku yang sama kembali diulangi tahun 2013 ini.

Begini kisahnya .......

Pertama, dulu-dulunya persoalan keabsahan "pemberi gelar" masih berputar dimasalah, apakah MKM (belakangan dengan legitimasi Perda Kabupaten Minahasa Induk) memiliki keabsahan memberikan gelar adat Minahasa? Bahkan MKM sendiri masih digugat oleh banyak kalangan di Minahasa seputar kelayakan dan kepantasannya. Tiba-tiba, di Pibatengan 7 Juli 2013, muncul Organisasi NGO atau Non Government Organization (LSM terjemahan lainnya meski kurang tepat) yang secara "Gagah Berani" menggantikan MKM memberikan Gelar Adat. Aduhai .... benar-benarkah Budaya Minahasa tidak memiliki TUANNYA SENDIRI ???? Dan dengan mencomot dan menghadirkan sekian tokoh Budaya langsung merasa sah memberikan Gelar Adat Minahasa? Menyedihkan, tetapi inilah agenda Budaya Minahasa yang masih belum terselesaikan.

Kedua, dengan segala hormat, meminjam istilah Bung Fendy Parengkuan yang juga ikut mengedit buku Gelar Adat dan aktif di Seminar dan Workshop, upaya sebuah NGO dalam merambah aktifitas sakral di budaya Minahasa adalah sebuah fenomena ADAT HARASSMENT. Sebuah penistaan dan penghinaan terhadap Adat Minahasa, karena Lembaga itu tidak menerima mandat adat untuk melaksanakan aktifitas Gelar Adat.

Ketiga, Selain persoalan Lembaga Pemberi Gelar, persoalan lain adalah apakah Budaya Minahasa memiliki landasan tepat seputar Pemberian Gelar Adat? Masalah ini meski belum selesai karena masih ada pro-kontranya, tetapi gelar Adat terus berlangsung. Kata orang "IBARAT TAHI KUCING, JIKA TERUS DAN TERUS DIMAKAN, LAMA-LAMA TERASA COKLAT". Begitulah, lama kelamaan Gelar Adat Minahasa dianggap sah-sah saja. Termasuk Gelar Adat di Batu Pinabetengan 7 Juli 2013 lalu. Itu merupakan bagian "makan tahi kucing yang sudah terasa cokelat", maklum sudah dilakukan berkali-kali, berulang-ulang, tanpa beban menjelaskan kepada masyarakat adat Minahasa mengenai argumentasi kebutuhan, kepentingan dan rasionalisasinya. Pokoknya, HAJAR TERUS ........ toch lama-lama enak.

Keempat, efek mengejutkan dan terasa menjadi bencana budaya adalah karena tokoh yang diberi anugerah Gelar Adat Minahasa kali ini adalah TOKOH BESAR. BENNY TENGKER. Siapa yang tidak mengakui ketokohannya? Terutama bagi masyarakat Kawanua yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Tetapipun, beliau populer dan dikenal oleh masyarakat Minahasa. Mengapa tokoh ini menjadi sumber utama Bencana Budaya itu? Karena tokoh yang SANGAT LAYAK dianugerahi Gelar TONAAS WANGKO ini justru diberi Gelar Adat Minahasa lewat PROSESI GELAR ADAT yang MENYAKITI MASYARAKAT ADAT MINAHASA. Anugerah Gelar Adat baginya, justru mereduksi ketokohan dan prestasinya bagi masyarakat Minahasa. Sudah Lembaga Pemberi Gelar Adat tidak jelas legitimasinya apa, proses dan pelaksanaannya juga ibarat meludahi Buku GELAR ADAT MINAHASA yang diprakarsai oleh BENNY TENGKER sendiri.

Tentang Buku Gelar Adat Minahasa

Buku Gelar Adat Minahasa dicetak sebanyak 3000 eksamplar di Jakarta. Tetapi, Buku itu sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang dari segi ide, pengerjaan dan editingnya. Ide dan prakarsa datang dari Bpk. Benny Tengker yang kemudian dikerjakan oleh Dewan Pengurus KKK Tahun 2007-2012, hasilnya adalah Seminar Sehari GELAR ADAT MINAHASA pada September 2011 di ASMI, Jakarta. Ketua Panitia adalah DR. Anton Sangkaeng, dan sejumlah pemerhati budaya dari Jakarta dan Minahasa hadir memberikan masukan dan idenya. Dan selanjutnya dilakukan Workshop di Batu Putih, Bitung pada bulan November 2011 dimana Bpk. Hani Warouw dan Penulis sendiri memandu acara workshop selama dua hari.

Baik Seminar Sehari di Jakarta, September 2011 - maupun Workshop Gelar Adat Minahasa, November 2011 di Batu Putih, diikuti tokoh-tokoh budaya. Bahkan Prof. Sinolungan sangat aktif dalam kedua kegiatan tersebut, tetapi toch ikut juga membidani Bencana Budaya Pinabetengan 2013. Tercatat nama-nama Tomy Awuy, Remi Silado ikut memberi masukan selain Bert Supit, Adolf Sinolungan, Raymond Mawijtere, juga Yessi Wenas dan Prof. Jan Turang. Disepakati, termasuk Prof. Jan Turang untuk mulai menyerahkan Pemberian Gelar Adat kepada Lembaga kredibel yang gagasan awalnya adalah DEWAN ADAT MINAHASA. Dan Benny Tengker diberi kepercayaan untuk melanjutkan upaya hingga terbentuknya DEWAN ADAT MINAHASA.

Buku Gelar Adat Minahasa sendiri dicetak di pertengahan tahun 2012 setelah editing selama hampir 6 bulan. Dan isinya: Lintasan sejarah Anugerah Gelar Adat Minahasa termasuk kontroversinya, Kriteria dan Panduan Pemberian Gelar Adat Minahasa, serta Kelembagaan Anugerah Gelar Adat Minahasa. Yang luar biasa dan sangat membanggakan adalah, semua Pembiayaan Seminar - Workshop serta Penulisan dan cetak buku ditanggung oleh BENNY TENGKER. Antusiasme aktivis dan lembaga budaya Minahasa juga sangat tinggi, tercatat banyak Lembaga Budaya (YKM, YTL, MAM, PM, KKK, Aktivis Budaya MAWALE, Pemerhati Budaya, dst) serta pemerhati budaya Minahasa yang terlibat. Wajar jika semua mulai berharap Budaya Minahasa sedang dalam momentum kebangkitannya. Paling tidak itu harapan selama proses workshop hingga penulisan buku.

Tanda awas dan ironi pertama terjadi pada pertengahan tahun 2012, ketika Institut Seni Budaya SULUT memberikan gelar TONAAS kepada Dekan FIB UI di Kampus UI, Depok. Ini skandal pertama, karena ada tokoh peserta seminar dan workshop yang membidani acara ini. Aktivis MAWALE tersinggung, karena Nama Benny Tengker tercantum disana sebagai pemberi gelar. Penulis mengkonfirmasi kepada Benny Tengker dan tidak benar, karena itu murni inisiatif Institut di atas. Bahkan Benny Tengker sempat berkata: "Kan ada Yessi Wenas, nyanda butul dia, so iko Workshop kong so tau prosedur, masak dia tetap beking .... musti tanya dia"?. Cukup jelas sikap Benny Tengker disana, bahwa dia menghormati mekanisme yang telah disusun bersama Lembaga Adat seputar pemberian Gelar Adat Minahasa.

Sekilas soal Pemberian Gelar - BUKU GELAR ADAT MINAHASA telah mengatur mekanisme Gelar Adat. Yakni ada "Pendaftaran, Uji Kelayakan, Uji Publik diinformasikan kepada masyarakat Minahasa, kemudian diputuskan soal kelayakannya". Selain itu, ada syarat-syarat tradisional budaya Minahasa yang harus dipenuhi: Keter, niatean ...... dst. Ringkasnya, Gelar Adat Minahasa ada mekanismenya, ada syaratnya dan ada "tata krama" yang mesti dipenuhi. Semua tercantum dalam buku yang digagas, dilaksanakan dan dibiayai oleh Bpk. BENNY TENGKER. Sebuah buku yang dirancang dan digagasnya untuk beliau sumbangkan kepada masyarakat MINAHASA. sebuah harapan yang harus kita akui LUAR BIASA.

Menjelang Oktober 2012, penulis ditugaskan KKK untuk sosialisasi awal ide Pemberian Gelar Adat Minahasa kepada Letjend (Purn) Prabowo Subianto. Sesuai kesepakatan di buku Gelar Adat dan juga disetujui Bpk. Benny Tengker, maka harus ada "Panel Lembaga Adat" yang menilai KRITERIA dan kemudian sosialisasi untuk uji publik. Penulis menemui PM dan MAM untuk percakapan awal ide tersebut dan belum masuk ke Sosialisasi Publik. Sampai pada titik ini, Bpk. Benny Tengker tetap konsisten dengan Buku dan mekanisme Gelar Adat yang disusun ebrsama aktivis budaya dan lembaga adat di Minahasa. Ide anugerah gelar adat ke-pada Bpk. Prabowo akhirnya tertunda dan kandas setelah KKK Masa Bhakti 2017-2012 gagal melaksanakan MPA.

Dan kemudian, disini biang bencananya: BUKU GELAR ADAT MINAHASA yang digagas, dipikirkan, dikritisi oleh banyak aktivis Budaya Minahasa termasuk Yessi Wenas dan Prof. Sinolungan, bukan cuma tidak dipakai di Batu Pinabetengan, sebaliknya malah diingkari. Kriteria, mekanisme dan lembaga pemberi gelar adat diingkari oleh Peristiwa Juli 2013. Dan kreator, inisiator serta pembiaya buku Gelar Adat yang sudah didistribusikan di Minahasa itu, justru adalah tokoh yang menerima Gelar Adat Minahasa di Batu Pinabetengan, 7 Juli 2013. Bukankah itu sama dengan MELUDAHI BUKU yang digagas, dilaksanakan dan dibiayainya? dan layak ini menjadi SKANDAL BUDAYA MINAHASA jilid kesekian yang dilakoni oleh TOKOH-TOKOH BUDAYA MINAHASA. Jika begini, warisan apa yang akan ditinggalkan para petinggi budaya yang rela "bermain-main" (atau main-mainin??) budayanya sendiri?

Kedepan ...... Mau Apa Dengan Budaya Minahasa?

Untunglah kita Tou Minahasa tidak menderita penyakit Short Memory Lost ...... cepat lupa kesalahan-kesalahan atau kejadian yang baru terjadi. Saya mengangkat lagi kisah 1994 ketika Mbak Tutut dianugerahi gelar adat, agar kita paham bahwa skandal budaya seperti itu terus terjadi. Dan kita, Tou Minahasa terlampau permisif dan terus membiarkan Budaya Minahasa sebagai AREA TAK BERTUAN. Siapapun asal mampu, asal punya uang, asal punya pengaruh, tak lerlu legitimasi budaya, maju terus pantang mundur. Toch biarpun salah kalau dilakukan terus akan menjadi benar. Toch tahi kucing kalau dimakan terus akan terasa cokelat.

Tapi, sungguh sedih kita ini. Kita mengaku BANGSA (TOU) Intelek, tetapi tak pernah mampu menyelesaikan masalah yang menginjak-injak identitas etnis kita. Kita membiarkan banyak orang yang mengatasnamakan kita untuk melakukan agenda-agenda yang mereka sukai dengan membingkainya sebagai BUDAYA MINAHASA. Tidak perduli kita marah, tidak perduli kita gerah, tak perduli kita gelisah. Hajar terus. Kapan berpikirnya?

Maka, mari generasi baru TOU MINAHASA, saatnya kita interupsi gerakan atas nama budaya minahasa tetapi mempermalukan MINAHASA. Lawan semua bentuk adat harassment terhadap Tou Minahasa. Jika bukan sekarang, masakan harus menunggu skandal budaya jilid selanjutnya? Jangan biarkan tokoh-tokoh sebesar Benny Tengker kembali dipermalukan orang. Sangat mungkin akan muncul kejadian sejenis. Sebelum terjadi, mulailah berpikir melakukan yang lebih komprehensif atas nama usaha memerdekakan budaya MINAHASA.

I JAJAT U SANTI ......

Jakarta, 11 Juli 2013

Hey there! Someone in my

Hey there! Someone in my Facebook group shared this website with us so
I came to take a look. I'm definitely loving the
information. I'm bookmarking and will be tweeting this to my followers!
Fantastic blog and superb design and style.

Hmm it seems like your blog

Hmm it seems like your blog ate my first comment (it was extremely long) so I guess I'll just sum it up what I had written and say, I'm thoroughly enjoying your blog.

I too am an aspiring blog blogger but I'm still new
to the whole thing. Do you have any tips for novice blog writers?
I'd really appreciate it.

Thanks with regard to

Thanks with regard to delivering many of these fantastic subject material.

Individuals aged 15 to 24

Individuals aged 15 to 24 have the highest rate of binge and
even heavy drinking and even go to the highest danger for launching illegal
drug usage.

My webpage ... treatment programs

Hi there, I enjoy reading

Hi there, I enjoy reading through your article. I wanted to write a little comment to support you.

Today evaluation will analyze

Today evaluation will analyze the neurobiological mechanisms of addiction with a focus on dysregulation of the human brain incentive system and allostasis (Koob and even Le Moal 1997
). Focus will be positioned on integrating throughout the various degrees of evaluation in an effort
to identify just what is recognized and exactly what
remains to be illuminated.

my homepage; inpatient drug rehab

I'm not sure exactly why but

I'm not sure exactly why but this skte is loading
very slow symptoms of heartworm for dogs - Joel -
me. Is anyone else havkng this issue or is
it a problem on my end?I'll check back later on andd see if the problem
still exists.

whoah this weblog is

whoah this weblog is excellent i like reading your posts.
Keep up the good work! You know, a lot of people are searching round for this info, you could
aid them greatly.

Can I simply say what a

Can I simply say what a relief to uncover a person that truly understands what
they are discussing online. You certainly realize how to bring a problem to light and make it important.
More and more people ought to look at this and understand this side of the story.
I was surprised that you aren't more popular because you certainly possess the
gift.

I love it when individuals

I love it when individuals come together and share views.
Great site, continue the good work!

Yet another thing to mention

Yet another thing to mention is that an online business administration course is designed for learners to be able to well proceed to bachelor degree programs. The Ninety credit certification meets the other bachelor education requirements and when you earn the associate of arts in BA online, you should have access to the latest technologies on this field. Several reasons why students want to get their associate degree in business is because they can be interested in this area and want to receive the general knowledge necessary just before jumping to a bachelor college diploma program. Thanks for the tips you actually provide inside your blog.

It is in point of fact a

It is in point of fact a great and helpful piece of info.
I am glad that you shared this useful info with us.
Please keep us up to date like this. Thank you for sharing.

I have to voice my

I have to voice my appreciation for your kind-heartedness in support of individuals that really want guidance on your niche. Your special commitment to getting the solution up and down turned out to be quite insightful and has constantly made girls like me to realize their objectives. The informative help signifies much to me and substantially more to my fellow workers. Warm regards; from all of us.

I wish to point out my love

I wish to point out my love for your kind-heartedness for those people who require assistance with this important topic. Your personal dedication to getting the solution up and down ended up being rather invaluable and have without exception allowed men and women like me to get to their ambitions. Your own insightful hints and tips implies a lot a person like me and additionally to my colleagues. With thanks; from everyone of us.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options