Arsip

Jangan Gadaikan Masa Depan Kota Manado demi Uang dan Bansos

Manado-Warga Kota Manado sebentar lagi akan memilih Walikota dan Wakil Walikota Manado. Pilihan yang diberikan akan menentukan masa depan Kota Manado di 5 tahun ke depan. Karena kontrak Pilkada itu berlangsung selama 5 tahun ke depan.

Karena itu, warga diminta untuk tidak menggadaikan masa depan Kota Manado hanya demi mendapatkan beberapa lembar uang dan bantuan sosial (bansos).

Demikian disampaikan Pengamat Politik Sulut Stefanus Sampe Ph.D, Minggu (06/12/2020).

“Jangan gadaikan masa depan Manado dengan beberapa lembar uang dan bansos. Ingat, kontrak Pilkada kita adalah 5 tahun. Jangan kita gadaikan masa depan kota Manado dengan selembar uang dan bansos,” ujarnya.

Dijelaskan dosen Fakultas FISIP Unsrat ini, belakangan ini jelang hari pencoblosan di Pilkada Manado, merebak informasi soal serangan fajar oleh kubu pasangan calon (paslon) tertentu.

“Di media sosial dan informasi yang beredar di masyarakat ada serangan fajar dari kubu paslon tertentu dengan membagi-bagikan amplop berisi uang kepada warga yang punya hak pilih agar memilih paslon tersebut,” ujarnya

Sementara itu tempat terpisah, lanjut Sampe, Pemkot Manado intens melakukan penyaluran bansos jelang Pilkada. Hanya saja, menurutnya, diduga ada upaya intimidasi dari oknum tertentu yang mewajibkan para penerima bansos untuk memilih paslon tertentu dan sebaliknya jika tidak maka nama penerima akan dicoret sehingga tidak mendapatkan bansos.

“Ini juga harus diwaspasai. Karena beredar luas di media sosial termasuk pengakuan sejumlah penerima bansos bahwa ada upaya intimidasi dari oknum Kepala Lingkungan (Pala) tertentu terhadap penerima bansos untuk wajib memilih paslon tertentu. Jika tidak diancam nama akan dicoret dari daftar penerima bansos,” bebernya

Padahal, lanjut jebolan S2 dan S3 dari luar negeri ini, Pala tidak punya kuasa untuk mencoret nama penerima.

“Pala tidak punya kuasa mencoret nama penerima bansos. Nama penerima tidak terhapus dari daftar penerima bansos dan saya dapat informasi bahwa jika tidak diberikan oleh Pala hanya karena beda pilihan, bansos itu bisa diambil di BRI. Jadi jika ada iintimidasi seperti itu tidak usah takut, bansos tetap akan dapat,” tukasnya.

Sampe mengingatkan kepada para pejabat Pemkot Manado dan 504 Pala untuk selalu memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat.

“Anda (pejabat dan Pala, red) adalah teladan bagi masyarakat. Jangan hanya karena ingin menyenangkan atasan anda atau memenangkan paslon anda lalu melakukan cara-cara yang melanggar aturan,” pintanya. (tim/sulutonline)

Telah dibaca: 62
Budi Rarumangkay

Budi Rarumangkay

Berita sejenis