
Sulutonline – Manado, Malam pergantian Tahun Baru Imlek di Kampung Cina tetap berlangsung meriah meskipun diguyur hujan deras pada Selasa (17/2/2026) tepat tengah malam.
Derasnya hujan tidak mengurangi antusiasme ratusan warga yang memadati kawasan tersebut untuk menikmati pesta kembang api yang dipusatkan di sekitar dan .
Tepat pukul 00.00 WITA, langit Kampung Cina berubah terang oleh semburan cahaya warna-warni yang bertahan hampir satu jam.
Warga, termasuk umat Tridharma yang baru selesai bersembahyang, saling bersalaman dalam nuansa hangat dan penuh kebersamaan.
Tradisi pesta kembang api dipercaya sebagai simbol pengusir kesialan sekaligus bentuk harapan akan keberuntungan di tahun yang baru.
Sejak pukul 22.00 WITA, area sekitar Kelenteng Ban Hing Kiong sudah dipenuhi pengunjung dari berbagai latar belakang.
Tidak hanya mereka yang datang untuk berdoa, banyak pula warga yang sekadar ingin menikmati suasana perayaan Tahun Kuda Api. Lampion merah yang tersusun rapi di sepanjang kawasan Pecinan menambah keindahan malam Imlek tahun ini.
Andreina (21), seorang mahasiswi di Manado, mengaku selalu menyempatkan diri berkunjung setiap perayaan Imlek.
Ia mengatakan dekorasi tahun ini tampak lebih megah, terlebih ketika lampion-lampion menyala bersamaan dengan atraksi kembang api yang mengudara pada detik pergantian tahun.
Baginya, keramaian di sekitar kelenteng bukan hanya selebrasi budaya Tionghoa, melainkan gambaran harmoninya kehidupan beragama di Kota Tinutuan.
Ia berharap semangat toleransi dan kebersamaan yang terlihat malam itu dapat terus dijaga oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Aparat kepolisian bersama tokoh masyarakat terlihat menjaga area sekitar demi memastikan perayaan berlangsung aman dan tertib.
Meskipun hujan mengguyur deras, perayaan Imlek 2577 di Kampung Cina Manado tetap menjadi momen penuh sukacita dan kebersamaan bagi seluruh warga.(pr)
