Hadiri Natal GBI, Gubernur Olly Ingatkan Nilai Kesederhanaan, Cinta Kasih dan Kedamaian

IMG_4114.jpeg

Gubernur menyampaikan momentum yang tercipta ini menjadi sarana yang tepat, untuk semakin memantapkan kualitas kebersamaan jelang hari kelahiran Yesus Kristus.

“Dalam memperingati hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus, kita bersyukur ruang – ruang pemerintah dipakai perayaan gereja- gereja yang ada di Sulawesi Utara. Ini selalu membawa kebahagiaan bagi Pemerintah,” ungkapnya.

Menurut Gubernur Olly, perayaan Natal erat kaitan dengan damai, sukacita dan pembaharuan. Mengingat akan nilai kesederhanaan, cinta kasih dan kedamaian sebagai makna Natal.

Gubernur juga bercerita pada saat orang majus dipanggil Herodes, karena mendengar ada bayi Yesus. Para orang majus pun mencarinya.

“Begitu didapati, ternyata ada udang dibalik batu demi kepentingan Herodes sendiri. Sebaliknya orang majus pun mendapatkan hikmat. Jadi hikmat Tuhan sangat besar bagi kita,” ungkap Olly.

Gubernur meyakini adanya hikmat Tuhan diberikan bagi rakyat Sulawesi Utara, dan selalu menjujung tinggi nilai torang samua basudara.

“Banyak hamba Tuhan berdoa untuk Sulawesi Utara demi keamanan dan kedamaian,” ucapnya.

Di satu sisi, Gubernur menyebutkan gereja harus menyuarakan sikap politik, jika tidak itu berbahaya. “Gereja memang tidak boleh berpolitik, namun sikap politik Gereja harus selalu ada,” pintah Olly.

Dijelaskan lagi bahwa kebijakan pemerintah adalah kebijakan politik, karena setiap pemerintah itu didukung partai politik.

“Partai politik dalam menjalankan ideologinya harus merebut kekuasaan. Jadi jika ideologi tidak sama dengan hikmat Tuhan bagi kita ini berdampak negatif dalam tatanan hidup masyarakat,” ungkap gubernur.

Oleh sebab itu, gubernur menyampaikan dalam memasuki Natal dan Tahun Baru untuk memiliki harapan-harapan yang bagus. “Sebuah harapan yang bisa berkenan bagi Tuhan yang Maha Kuasa,” pungkasnya.(*/ SulutOnline )

Telah dibaca: 20

Sulut Online

Berita sejenis