Tunjang ODSK, DKP Paparkan Kinerja 2021


Manado-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Provinsi Sulawesi Utara menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi daerah melalui program kerja sesuai Visi Misi roda pemerintahan dan pembangunan.

Mengakhiri program kerja Tahun Anggaran 2021, Kadis DKP Dr Tienneke Adam MSi memaparkan capaian kinerja instansinya bertempat di Big Fish Restoran Bahu Manado, Kamis (16/12/2021).

Srikandi Kelautan dan Perikanan Sulut ini mengatakan, kinerja DKP Tahun Anggaran 2021 dengan sejumlah program kerja ditopang dua sumber dana yakni;

Pertama, Pagu APBD 2021 sebesar Rp 38.440.469.668 dengan realisasi anggaran per 7 Desember 2021 sebesar Rp 26.372.144.244 atau 68,61 persen.

Kedua, Pagu APBN 2021 melalui Dana Dekonsentrasi dengan nilai Rp 2.009.975.000 dengan realisasi anggaran per bulan November 2021 sebesar Rp 1.849.386.120 atau 92 persen.

Menurut Tienneke Adam, DKP Sulut memiliki tujuan yakni memperkuat ketahanan ekonomi Kelautan dan Perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan dengan sasaran yang hendak dicapai, seperti meningkatnya produksi perikanan, meningkatnya SDM dan daya saing Kelautan dan perikanan, meningkatnya sumber daya Kelautan dan perikanan.

“Hal ini sejalan dengan Visi Misi KKP secara nasional dan Visi Misi Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw menuju Sulawesi Utara Maju dan Sejahtera sebagai Pintu Gerbang Indonesia ke Asia Pasifik Tahun 2021-2026,” kata Tienneke Adam.

Dijelaskan Tienneke Adam, untuk Indikator Kinerja Utama (IKU), DKP Sulut menyasar Produksi Perikanan, NTNP Perikanan dan Prosentase Kepatuhan pelaku usaha Kelautan dan perikanan.

Untuk Produksi Perikanan, dari dari data target tahun 2021, sebesar 980.442 (ton), sudah dicapai per data bulan November sebesar 803.094,13 (ton); dimana Jumlah target produksi tangkap sebesar 405.422 ton, dengan realisasi (November 2021) mencapai 311.652,02 (ton). Jumlah target produksi Budidaya sebesar 575.000 (ton) dengan realisasi capaian 491.442,11 (ton).

Sedangkan NTNP 96,90, dan target prosentase kepatuhan pelaku usaha Kelautan dan perikanan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku sebesar 96 persen, capaian per bulan November 92 persen.

Tienneke Adam pun memberi alasan bahwa capaian program kerja ikut terdampak oleh kondisi pandemi COVID-19 yang masih terjadi saat ini.

Menariknya, untuk program perikanan tangkap dan ekspor keluar negeri, sektor Kelautan dan Perikanan Sulut melakukan lompatan besar dengan menandatangani kesepakatan kerjasama dengan 5 provinsi yaitu Sulawesi Utara, Gorontalo, Papua Barat, Papua, Maluku Utara dan Maluku.

Ekspor perikanan keluar negeri seperti direct call Manado-Narita (Jepang) telah dilakukan, meskipun perlu didorong besaran ekspor sesuai permintaan konsumen di Jepang dengan dukungan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

“Tanggal 1 Desember 2021, tidak dilakukan eksport direct call, karena Garuda melakukan perbaikan pesawat,” ujar Adam.

Selain itu, untuk menjamin kesejahteraan, sebanyak 25.650 nelayan di Sulut diikutsertakan dalam program Asuransi Nelayan.

Diketahui, selain DKP Sulut, ikut pula memberikan pemaparan capaian kinerja dari;

1. Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu, Markus Soande (sub koordinator pengujian dan dukungan teknis)
2. PSDKP Bitung, Donny M. Faisal (Ka. Pangkalan BaKP Bidey)
3. PPS BITUNG, pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, HANNY RUMOPA (Kabid. operasional pelabuhan & Kesyahbandar.
4. BALAI KIRPM MANADO, MUHLIN S.Pr,M.Si Ka. Balar KıPM Manado
5. Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Bitung, Hidayat Lantah, SE Sub Koord Pelatihan
6. Stasiun KIPM Tahuna, Geric-H.B.P. Lumiu (ka. Stamun KIPM Tahuna)
7. St. PSDKP Tahuna, Daniel Tindaku, S.Pi.Msi Sub koordinator Sarpras. (tim/sulutonline)

Telah dibaca: 142

Budi Rarumangkay

Berita sejenis