Tulang Punggung Keluarga Stroke, Dikunjungi dan Didoakan MOR BASTIAAN, Sekeluarga Terkejut dan Terharu


Manado- Penderitaan berat dirasakan oleh Yul Sipera, seorang ibu rumah tangga di Kampung Loyang, Lingkungan 3 Kelurahan Banjer, ketika suami tercinta Frederik Freddy Kaawoan yang menjadi sandaran hidupnya bersama anak-anak dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, menderita sakit stroke.

Di tengah pergumulan ini, Yul dibuat kaget dengan kunjungan Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan (MOR) bersama istri Imelda Markus, Senin (12/10/2020) sore.

Ia merasa sebagai keluarga kurang mampu dengan kondisi rumah yang sangat sederhana tak mungkin akan dikunjungi orang nomor dua di Kota Manado ini.

Apalagi menuju rumahnya MOR dan istri harus melewati jalan setapak berupa anak tangga. Ditambah lagi saat itu sedang hujan sehingga membuat jalan yang masih tanah tersebut becek dan licin.

Memang saat itu, suaminya genap berusia 63 tahun, namun dia sama sekali memberitahukan hal ini kepada siapapun, apalagi kepada MOR. Rupanya hujan dan kondisi jalan seperti itu tak mampu meredupkan kepedulian dan kecintaan yang besar dari MOR dan istri untuk menemui warga kurang mampu.

Karena itu, ia tak menyangka akan mendapat kunjungan istimewa tersebut. Meski demikian ia dan anak-anaknya menyambut gembira kedatangan MOR dan istri.
MOR dan istri pun berbincang-bincang sejenak dengan Sipera beserta anak-anaknya.

Sosok rendah hati, jujur, peduli dan merakyat ini pun mendengarkan curhatan hati wanita paru baya ini, termasuk ketika mengetahui kalau suami Sipera sedang menderita sakit stroke.

“Dulu suami saya kerja di pelabuhan Bitung. Mar so beberapa bulan ini so stroke jadi so nd kerja cuma kita deng anak-anak yang jaga,” curhat Sipera.

Mendengar itu, MOR meminta ijin untuk menemui suaminya dan kemudian diantar Sipera ke kamar mereka.

“Maaf pak bu kamar nda taurus,” kata Sipera.

“Nda apa-apa,” balas MOR.

Setibanya di kamar, MOR dan istri menyapa, memberikan ucapan selamat ulang tahun dan berbincang-bincang dengan suami Sipera sambil memberikan support.

“Selamat Ulang Tahun pak Freddy, semoga dikaruniai umur panjang. Tetap semangat dan optimis, selalu percaya dan berdoa memohon pertolongan Tuhan agar Pak Freddy diberkati sehingga harapan kesembuhan pasti akan terwujud,” ujar MOR.

Freddy pun terlihat terkejut mendapat kunjungan dari MOR bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Manado itu.

Tak sampai di situ. Yang membuat Sipera dan anak-anaknya begitu terharu dan terkagum-kagum ketika MOR langsung memimpin doa bersama untuk kesembuhan suaminya.

“Ini sungguh luar biasa. Kita deng keluarga nda menyangka kalau dapa kunjungan dari pak MOR dan ibu. Torang benar-benar terharu dan kagum dengan kepedulian yang besar dari pak MOR dan ibu. Semoga Tuhan selalu memberkati pak MOR dan ibu,” kata Sipera.

Anak-anak Sipera pun demikian. Bukan hanya karena kehadiran dan doa dari MOR dan istri tapi juga kesederhanaan dari pasutri (pasangan suami istri) ini.

“Kita baru lia ternyata pak MOR deng ibu pe sederhana skali. Padahal dorang ini pejabat, seorang wakil walikota. Apalagi so datang kase ucapan selamat ulang tahun deng mendoakan torang pe Papa. Ini contoh pemimpin yang torang harapkan. Yang pasti torang nda akan pernah mo lupa,” ucap Josef Kaawoan, salah seorang anak.

Sebelum pamit, MOR yang kini maju sebagai Calon Walikota Manado berpasangan dengan Hanny Joost Pajouw (HJP) sebagai Calon Wakil Walikota Manado ini, sempat merbincang-bincang dengan anak-anak Sipera.

“So kerja?,” tanya MOR.

“Belum pak. Lagi cari kerja,” jawab Josef.

“Tetap semangat deng tetap berdoa pa Tuhan. Torang baku bantu mudah-mudahan cepat dapa kerja,” papar MOR.

Mor pun tak lupa berpesan agar tetap mengedepankan protokol kesehatan jika ke luar rumah.

“Makase pak MOR. So datang deng so doakan torang pe papa yang sakit. Yang pasti torang tetap deng pak MOR. Torang dukung dan doakan pak MOR-HJP pasti menang,” tandas Josef. (tim/sulutonline)

Telah dibaca: 504

Budi Rarumangkay

Berita sejenis