Ibu Rita Arahkan Pengelolaan Barang Bekas Jadi Bermanfaat Bernilai Jual

IMG_2530.jpeg

Manado – Pemanfaatan barang-barang bekas seperti botol plastik juga tempurung kelapa yang didaur ulang sehingga dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari, menjadi fokus dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dinakhodai Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan.

Dimana menurutnya, dengan memanfaatkan barang bekas itu dapat mengurangi perilaku konsumtif, karena didaur ulang menjadi barang lain yang lebih berguna.

Hal tersebut diungkapkannya dalam membuka kegiatan Sosialisasi Pengembangan Usaha Kerajinan Berbasis Limbah yang dilaksanakan di  Desa Kinunang, Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut) pada Selasa, 4 Juli 2023. 

Kegiatan yang juga melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut itu, oleh istri tercinta Gubernur Sulut (Olly Dondokambey) pada kesempatan itu pun tak ingin banyak bicara menyampaikan sambutan, namun sebaliknya dirinya (ibu Rita) lebih memfokuskan keinginannya agar dapat melakukan praktik langsung.

“Mungkin di rumah kita ada barang-barang yang sudah tidak terpakai jangan langsung dibuang tapi kita bisa manfaatkan lagi seperti botol-botol plastik plastik yang kita bisa buat kembali menjadi barang yang berguna seperti membuat kembang atau apa saja, ada produk recycle yang dapat dibuat untuk kebutuhan kita,” terangnya seraya menambahkan bahwa lebih memungkinkan pemanfaatan barang plastik untuk dikelola menjadi tas, dan untuk kerajinan yang berasal dari bahan kelapa, seperti tempurung bisa dibuat kerajinan yang dapat menghasilkan atau mempunyai nilai tambah untuk dijual.

“Jadi untuk pelaksanaan latihan sehari ini, bapak dan ibu saya harapkan dapat diikuti secara baik juga di harapkan adanya peran aktif dari semua peserta yang mengikuti pelatihan ini agar dapat memperhatikannya dari awal sampai akhir segingga dapat bermanfaat bagi semua khususnya untuk Kabupaten Minahasa Utara yang sudah terpilih sebagai desa, kabupaten prioritas untuk dapat mewakili secara nasional. Kami juga mau menyampaikan bahwa, kami saat ini tengah mengurangi sosialisasi kepada orang-orang yang hanya duduk dengar minum dan makan,” pungkasnya. (*/ SulutOnline )

Telah dibaca: 14

Sulut Online

Berita sejenis