OD-SK Support Penyusunan Buku Profil Tematik Perempuan dan Kewirausahaan

IMG_2813.jpeg

MANADO-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi (P3A) Sulut menggelar Konsultasi Publik Penyusunan Buku Profil Tematik Perempuan dan Kewirausahaan di Ruang FJ Tumbelaka, Rabu (23/08/2023).

Dibuka Kepala Dinas P3A Provinsi Sulut Wanda Musu dan dihadiri  tim penyusun Buku Profil Tematik dari Unsrat dan Unima, perangkat daerah dan organisasi perempuan serta tokoh masyarakat.

Kepala Dinas P3A Provinsi Sulut mengatakan, mengacu pada lima arahan Presiden menyangkut pemberdayaan perempuan dan anak, salah satu yaitu meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan.

“Implementasi program dan kegiatan pada tahun 2023, kami telah menyusun buku profil tematik perempuan dalam kewirausahaan,” katanya.

Lanjut Musu, memperhatikan sasaran perempuan sebagai kepala keluarga, perempuan miskin, perempuan penyintas kekerasan dan perempuan dalam kebencanaan.

“Agar pada kriteria yang dimaksud dapat diberdayakan. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan dalam keluarga,” ungkap Musu.

Menurut Musu, dengan memperhatikan indikator dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Yakni indeks pembangunan gender (IDG) menggunakan dimensi yang sama dengan indeks pembangunan manusia (IPM). Sehingga ukuran dalam bidang kesehatan yaitu angka harapan hidup, pendidikan, angka harapan sekolah dan ekonomi atau pengeluaran perkapita.

“Sedangkan IDG dihitung berdasarkan keterlibatan perempuan di parlemen, perempuan sebagai tenaga manager profesional administrasi dan teknis, sumbangan perempuan dan pendapatan kerja,” ujar Musu.

Menurut Musu, IDG Provinsi sulut sejak tahun 2018 sampai tahun 2020 menempati rangking satu nasional. Pada 2021 rangking tiga nasional.

“Hal ini menandakan pembangunan perempuan di Provinsi Sulut tidak kalah bersaing dengan provinsi yang lain. Namun salah satu komponen pembentuk indeks pemberdayaan gender sumbangan perempuan dan pendapatan kerja ada di bawah rata-rata nasional. Yaitu menempati peringkat kelima terendah,” ujarnya.

Hal ini kata Musu, salah satu pemicu pihaknya untuk mengkaji buku profil tematik pemberdayaan perempuan ada pada tahap akhir penyusunan.

“Kami menyadari buku ini telah disusun dan belum sempurna. Karena itu diharapkan masukan dan kritik dan saran yang hadir saat ini untuk membeda buku yang telah disusun sehingga buku bisa dimanfaatkan untuk perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta pengendalian pembangunan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” pungkasnya. (*/ SulutOnline )

Telah dibaca: 18

Sulut Online

Berita sejenis